Kamis, 02 Mei 2013

Melirik Kebelakang Melihat Jauh Kedepan



Sebuah wallpaper sederhana yang dibuat pada saat semester 5 lalu. Entah mengapa aku ingin membuatnya. Mungkin karena waktu itu aku sedang disibukkan dengan banyak pilihan kegiatan. Seingatku yah dulu tuh banyak banget kesibukan yang menghampiri. Soalnya semester 5 itu berlangsung pada bulan september 2012 - januari 2013 dan lagi masa2 ribetnya. Makannya terlintas saja untuk membuat wallpaper motivasi untuk diri ini.

Saat itu aku memegang dua amanah yaitu di LDK dan di SerumG. Kedua-duanya memang selalu mengadakan event tahunan. Sebut saja FIM dan IIF. Kemudian ada juga kuliah Statistika Matematika (statmat) dan Analisis Kompleks (ankom) yang biasa dibilang segi tiga bermuda untuk anak matematika. hahaha... Selain itu ada juga kepanitiaan Spectrum yang kece bangeett.. dan semuaaannyaa membutuhkan porsi waktunya sendiri-sendiri. oh iya satu lagi. saat itu aku juga megang seorang mahasiswa TPB yang tutor Landasan Matematika (LM).

Sebegitu banyaknya kegiatan yang aku lakukan tidak mungkin bisa berjalan lancar jika tidak ada Allah yang membantu. Karena Allah lah semua bisa berjalan sesuai dengan rencana. Walaupun ada sedikit kendala dalam menjalaninya dan belum sesuai dengan harapan, aku tetap merasa bahwa Allah Maha Baik. Allah memberikan apa yang aku butuhkan bukan memberikan apa yang aku inginkan. Dan aku menyadari itu. Satu sisi, Allah memberikan kemudahan dan di sisi lain Allah memberikan tantangan dan kesempatan yang kedua untukku. Itulah kehidupan. Kadang susah kadang mudah dan kita harus tetap semangat dan berpikir bahwa Allah selalu ada di dekat kita dan dan tidak pernah meninggalkan kita.

Sekarang juga harus begitu...
Seberapapun sulitnya keadaan pasti ada hikmah dan pelajaran dibalik kisah itu. Hanya kita yang bisa membuat kisah itu terasa indah dan Allah yang membantu mewujudkannya. Tidak peduli di kesibukan mana kita berada, berikan yang terbaik agar semua terasa sulit dilupakan dan terlalu indah dikenang. hehehe..

Keep Hamasah
Keep Istiqomah
Keep Husnuzhon
Keep Smile
Keep Progressive
Keep Keep Keep your self to be great muslimah
 

Jumat, 26 April 2013

I "Dream High"

Wah ternyata bermimpi itu indah loohhh...  Apalagi kalau punya sejuta mimpi yang tinggi. Walaupun adakalanya yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang kita dapatkan. Tapi tetep harus husnudzon sama Allah karena hanya Allah yang tahu apa yang sedang kita butuhkan. Selain itu prasangka Allah tergantung pada prasangka hambanya, jadi kalau kita yakin Allah mengabulkan doa dan mimpi kita insyaAllah akan Allah berikan pula apa yang kita harapkan.

Terinspirasi dari soundtrack film drama Korea yang berjudul Dream High yang punya makna bagus terutama buat kita yang punya banyak mimpi. Lets cekidot ^^

I dream high I dream a dream
When it's tough, I close my eyes and
The moment my dream comes true
continue to recall and get up
at the end of fear today too I tremble
Like a baby bird, would it fall, unable to fly
repeatedly I can do it, can my dream come true
every time I'm fearful, my belief walking step by step again

I dream high I dream a dream
When it's tough, I close my eyes and
The moment my dream comes true
continue to recall and get up

I believe I can fly high
one day me above the sky
wings stretched out, more free than anyone else
flying rising high
I need bravery to overcome
firstly pick myself up rise again and dare to run
once again believe in me and my destiny

climb over every wall taller than me
I dream high I dream a dream
When it's tough, I close my eyes and
The moment my dream comes true
continue to recall and get up
I believe I can fly high

one day me above the sky
wings stretched out, more free than anyone else
flying rising high
Dream high a chance to fly high
Now bye bye to all that hurts

try flying high like the stars in the sky
your dream will unfold
starting from now
don't be afraid of the future made by your hands
now walk totally confident

unstoppable destiny is destiny
now we soar up high
for you, this whole new fantasy
so from now, take my hand here
from now on, our aim
one dream and not give up
youthful passion all here dream high

I dream high I dream a dream
When it's tough, I close my eyes and
The moment my dream comes true
continue to recall and get up

I believe I can fly high
one day me above the sky
wings stretched out, more free than anyone else
flying rising high

Minggu, 21 April 2013

Rihlah with TsiQah

Kebersamaan selalu mengundang senyum, gelak tawa, berbagi, keindahan dan semua hal positif yang tidak terpikirkan sebelumnya. Senda gurau, bercengkraman bersama teman juga membuat kehidupan ini lebih bisa merasakan bahwa banyak hal diluar sana berupa pengalaman dan pengetahuan luar biasa yang mungkin belum kita rasakan.

Hari ini, Ahad, 21 April 2013 salah satu hari yang berharga meskipun setiap hari musti menghargai hari yang sudah terlewati. Tapi yang ini berbeda dengan biasanya. Menjadi bagian dari tim TSIQAH LDK AL HURRIYYAH mempunyai cerita tersendiri dalam hidup ini. Banyak kisah menarik yang tiba-tiba bermunculan ketika bersama mereka. Mulai dari kepribadian tiap orangnya, kemampuan berbicara, wejangan yang tersuguhkan tiap minggunya membuat rasa semangat ini tidak akan mudah padam begitu saja.

Kehadiran mereka membawa warna tersendiri dalam ruang syuro. Ada yang antusias dengan ide kreatifnya, ada yang mencoba meluruskan kesalahan pahaman yang terjadi, ada yang tersenyum malu, ada yang saling menguatkan. Semua berada pada daerah orbitnya masing-masing tanpa membenturkan diri satu sama lain.

Wah narasinya kebanyakan nih..
Sebenernya hanya mau menceritakan salah satu kejadian yang baru saja aku alami bersama tim TSIQAH siang ini.

Alhamdulillah akhirnya rihlah yang sudah direncanakan jauh-jauh hari terlaksana juga. Walaupun ada sedikit kesalahan teknis yang membuat kita berpindah dari tujuan semula. Awalnya kita mau ber-Rihlah di Cifor salah satu tempat wisata bagi mahasiswa ipb. Sebenarnya bagi warga sekitar juga sih, hehe. Memang aku belum pernah kesana dan dalam bayangan ku sebelumnya itu tempat yang bagus, hijau banyak pohonnya, teduh, asri, hamparan danau yang luas dengan semilir angin semerbak nan damai. Setelah berada dan berdiri ditempat itu, ternyata cukup jauh dari bayangn sebelumnya. Beberapa benar tapi banyak yang tidak sesuai dugaan. Mungkin karena baru pertama kali mengunjungi Cifor dengan rintik hujan yang menyambut kedatangan kami sehingga tidak banyak yang bisa dirasakan. Terkecuali untuk hamparan danau yang luas patut diacungkan jempol. Musik rege yang terniang dari pintu masuk sampai pada sumber ia keluar juga mengiringi langkah kaki para pejuang Tsiqoh yang mau merasakan kenikmatan rihlah ini. Tapi tentu itu bukan bagian dari kebiasaan kader dakwah yang setiap harinya berkutik dengan lagu nasyid, murotal Qur'an dan sebagainya.

Melihat kondisi yang tidak memungkinkan kita untuk bercengkraman,  pada akhirnya tujuan kita berpindah ke ICTF, Taman Taiwan lah bahasa gampangnya, hehe. Berbeda sekali dengan tempat sebelumnya. Disinilah tempat yang benar-benar kita cari buat rihlah. Mengagumi kuasa Allah akan ciptaan-Nya. Hamparan rumput hijau, berbagai tanaman buah berjejer dalam kerangkanya. Bunga teratai merah yang bermunculan di danau membuat seakan segala ketidakpuasan berubah menjadi kedamaian yang tak ternilai harganya. eeaa..

Seusai sholat Dzuhur kita sama-sama berkumpul berbagi kisah waktu pertama kali masuk LDK dan diminta menjadi seorang Qiyadah seperti sekarang ini. Tak lupa juga mengungkapkan goal yang akan dihasilkan bersama LDK kedepannya mengiringi kisah awal masuk LDK itu sendiri. Banyak jawaban yang tak ada dalam benakku sebelumnya. Jawaban para qiyadah pejuang dakwah yang sangat luar biasa terdengar bahkan sekarang juga masih terniang2 di telingaku. Kalau boleh dibandingkan mungkin apa yang aku rasakan selama ini hanyalah mencoba mengikuti orang lain saja, tidak menjadi diri sendiri seperti mereka yang membuat dan meyakinkan diri mereka bahwa mereka memang memilikinya.Setiap orang disana memaparkan bagaimana perasaan mereka ketika suatu amanah yang diberikan Allah datang menghampiri dirinya. Banyak cerita tersendiri untuk itu. Setiap orang berhak menanggapi berdasarkan kondisi dan situasi yang mereka rasakan saat itu.

Salah banyak pernyataan teman-teman yang aku kagumi adalah ketika mereka mendukasikan seluruh kontribusinya untuk LDK. Walaupun masih ada amanah yang mereka pegang, mereka tidak ragu mengatakan bahwa "maaf, saya ada agenda alhur" dan itu yang membuat kita berbeda dengan organisasi yang lain. Masih berharap alhur agar tetap terasa keeksistensiannya di kampus ini. Bukan seberapa berhasilnya agenda yang diadakan tapi seberapa terasanya keberadaan alhur dalam diri setiap orang. Intinya seberapa besar alhur bermanfaat bagi mahasiswa ipb khususnya.



Ketika hati ini sudah bertekad menyamakan suhu
Ketika hati ini sudah menyatukan azzamnya
Ketika hati ini diserahkan untuk dakwah
Maka hanya ada aku, kamu, dan Allah saja yang menjadi saksi atas perjuangan ini.

Rabu, 17 April 2013

If you and I have never met in this world

Terharu saat pertama kali memahami arti dari lirik lagu Hunter x Hunter. Mengajarkan kita betapa berharganya memiliki sahabat dan berjalan dengan visi dan misi yang sama. Let's cekidot.. 


Nee moshimo kono sekai de kimi to bokuga deaenakatta nara

Nee moshimo kono sekai de
Kimi to bokuga deaenakatta nara
Yume wo shinjiru koto o
Kitto bokuga shiranai mamade itanda
Thank you, best of my friend

Chikazuiteiru tabidachi no toki
Wakarete yuku sorezore no michi
Kimi wa oshiete kureta
Donna toki demo waratte yuku koto

Wakari aeta hibiga yuukisa
Shinjiru michi o tsuyoku aikou
Tooku hanareta toshi demo
Sora wa itsudemo tsuzuiteru kara

Nee moshimo kono sekai de
Kimi to boku ga deaenakatta nara
Yume wo shinjiru koto o
Kitto bokuga shiranai mamade itanda
Thank you, best of my friend

Itsuka kimiga mayou tokiniwa
Bokura no hibi o omoida sewaii
Sousa otorani nattemo
Kawaranai mono aruhazu dakara

Nee moshimo kono sekai de
Kimi to boku ga deaenakatta nara
Yume wo mitsuzukeru koto
Kitto bokuga dekinai mamade itanda
Thank you, best of my friend

Yume wa tsuzuku kumo no youni atachi wo kaedemo
Bokuwo nosete dokomade yuku haruka tabiwa
Tsuzuite irunosa imademo

Nee moshimo kono sekai de
Kimi to boku ga deaenakatta nara
Koushite warau kotomo
Kitto bokuga shiranaide itanda

Nee moshimo kono sekai de
Kimi to boku ga deaenakatta nara
Yume wo shinjiru koto o
Kitto bokuga shiranai mamade itanda
Thank you, best of my friend

If you and I have never met in this world

if you and I have
never met in this world
I still wouldn't know how
to believe in dreams
Thank you, best of my friend

the time of departure gets closer
the separate paths for each of us
you taught me
to laugh no matter what happens

the days we understood each other is courage
I'll proudly walk down the path I believe in
even if we do become far apart
the sky is always connected

if you and I have
never met in this world
I still wouldn't know how
to believe in dreams
Thank you, best of my friend

when you feel lost someday
just remember the days we spent together
yes, even if we become adults
there should be something that remains unchanged

if you and I have
never met in this world
I still wouldn't know how
to believe in dreams
Thank you, best of my friend

the dream continues even if it may change it's form like clouds
the long journey that carries me forever
is still continuing even now

if you and I have
never met in this world
I still wouldn't know how
to to laugh like this

if you and I have
never met in this world
I still wouldn't know how
to believe in dreams
Thank you, best of my friend


.:  Nee moshimo kono sekai de kimi to bokuga deaenakatta nara | HxH ending GI :.

Selasa, 16 April 2013

SAS-ku SerumG-ku: Menapaki kisah dibalik serunya organisasiku #part1

"Merupakan suatu kebanggaan tersendiri untuk bisa bergabung dengan keluarga Serum-G 2012 apalagi dengan divisi Syiar and Science (SAS)"

Sebuah kalimat yang cukup mewakili perasaanku malam hari ini. Kalimat itu begitu saja tertulis oleh gerakan jemari yang menari diatas keyboard laptopku. Setelah satu tahun bersama dan menjalani berbagai kegiatan syuro, gathring, event kepanitiaan yang luar biasa hebatnya membuat  diri ini merasa lebih keren dari biasanya, eeaaa.. Beneran looh, serius.. :P

Mengenang masa lalu dan mengingat-ingatnya mungkin suatu hal yang lucu dan belum tentu ada gunanya. Tapi buat aku itu hal yang penting karena masa lalu bisa menjadi kenangan dan kenangan bisa menjadi pelajaran yang bermakna. Jika kita mempunyai kenangan baik maka pelajaran baikpun kita dapat dan bukan sebaliknya, jika kita mempunyai kenangan tidak baik atau bisa dikatakan buruk maka hal itu bukanlah pelajaran yang buruk tapi itu adalah suatu pelajaran yang paling berharga untuk kita.  Banyak kenangan yang terukir di dinding kehidupanku. Dan ukiran itu bertambah banyak seiring dengan adanya aku di IPB ini. Merasakan hal yang luar biasa berubah mulai dari TPB, tingkat dua, dan sekarang berada diakhir tingkat tiga, wahh udah lama juga yaa..
Naahh khusus diepisode kali kita akan mengenang masa-masa saat tingkat dua dan organisasi yang bernama SERUM-G, checkidot ^^~

Kisah ini dimulai dari formulir pendaftaran yang "tak sengaja" terambil dan terisikan dengan mau mau enggak enggak buat mengumpulkannya lagi. Nah pada saat hari terakhir pengumpulan basih bingung apa mau dilanjutkan atau disimpan dirumah saja yaa. Karena waktu itu masih ada berkas yang belum dilengkapi. Dan formulir itu isinya jawabanku yang standar banget, banget, banget pokoknya. Dan pada akhirnya, jeng-jeng kumpul perdana SerunG2012 bersama berpuluh-puluh personil yang lain ditengah kegelapan node kortan IPB. Melingkar bersama, saling berkenalan dan pembagian departemen. 

Departemen Syiar and Science: 
Nurul Pahmi/GFM46, 
Galih Kenang/ILKOM46, 
Ade Nurjaman/GFM47, 
Syahrul Mustofa/BIK47, 
Ismi Gartika/FIS46, 
Sity Adhita/KIM46, 
Anis Fauziyyah/MAT47,
Aisyah/ILKOM46,
Melisa/ILKOM46.

Seperti itulah kira-kira diawal takdir pertemuan kita, ea.
Memang waktu pertama kali kumpul tidak semua hadir, tapi dengan adanya segelintir orang dari mereka akhirnya kita bisa buat jargon andalan SAS : "Gencarkan IPB menuju FMIPA madani, SAS alhamdulillah yaa", hehe, kalau gak salah inget sih kaya gitu.

Waktu berlalu dan syuro rutin juga sudah banyak dilakukan, mulai dari pembagian jobdesk, merancang RKAT, RAD (kebetulan waktu itu jadi bendahara departemen, hiks) dan masih banyak lagi syuro-syuro deh pokoknya. Tapi waktu awal-awal itu masih belum tau apa-apa disini, belum bisa menyampaikan pendapat, masih iya-iya aja, dan gak ada ide buat membantu mengsukseskan event SAS yang sudah dirancang. Tapi kayaknya sekarang juga sama deh, hihi..

Event pertama itu adalah pengadaan perpus IQRO di sekret FMIPA. Nah, dulu perpus ini memang kurang bagus kondisinya. Banyak barang2 tak berkepentingan menjajaki area perpus ini. Padahal bukunya banyaaaak banget, selemari malah. Berkat kerja keras dan semangat tim SAS yang keren2 akhirnya berkilaulah perpus ini. Bukunya rapih, ada mading nya dan sekarang menjadi mading permanen loohh, ada karpetnya dibuat senyaman mungkin bagi orang yang dapat merasakan kenyamanannya, hihi. Beberapa minggu berlangsung ada aja yang membuat kesabaran lebih besar lagi, ya we know laahh.. kondisi seperti awal kembali lagi melanda perpus kita, hiks. Tapi gak papa, kita sudah sempet eksis kok di sekret, hehe.. :D

Membuat event hanya dengan waktu satu bulan saja, gimana gak hebat tuh. Berkolaborasi dengan BEM FMIPA mengadakan Spirit dibidang kesenian berupa nasyid. Membuat susunan acara, dekorasi, dokumentasi, dan semua yang berkaitan sama acara nasyid deh. Inget dulu tuh baru ada yang namanya musholah FMIPA dan kayaknya di musholah itu baru kita yang memakainya buat syuro Festival Nasyid buat Spirit. Perdana loh musolah itu dipakai, bahkan kayaknya diresmikan aja belum, hehe. Satu hal yang membuat kita keren...

Minggu, 24 Maret 2013

Dakwah is Love...

Malam yang dingin dan guntur menyambar untuk kesekian kalinya terdengar ditelingaku. Tanpa sadar jam sudah menunjukkan pukul 23.10. Seketika terdiam. Sudah banyak waktu yang terlewatkan hari ini bukan berarti tidak ada apa2nya. Pagi hari sudah berlari mengejar waktu untuk segera sampai ke mesjid tercinta Al Hurriyyah. Ya mudah untuk ditebak kalau gak liqo pasti syuro. Tapi yang ini beda. Kami mengagendakan untuk lari pagi bereng 123 orang anggota LDK. Waahh kayaknya bakal terjadi konvoy besar2an nih. Dan ternyata bayanganku tidak sesuai dengan kenyataannya. Hanya segelintir orang saja yang hadir menyambut seruan gathring dari ketua LDK. Sekitar 40an orang saja yang membalas sambutan itu. Tapi rasa semangat ini tidak pudar begitu saja. Dimulai dengan pemanasan, lari keliling IPB alias alhur-fahutan-fateta-LSI-alhur, dan dilanjutkan dengan games seru yang masih saja dipandu oleh sang ketua LDK.

Hujan akhirnya jatuh juga dan haripun semakin malam. Teringat perkataan seseorang bahwa saya masih senang kalau ada yang bermasalah dengan sdm di departemen antum, berarti jalan dakwah ini benar, berarti antum diberikan kesempatan untuk mengalami peningkatan atas ujian2 yang Allah berikan. Bedakan dengan musibah. Sama2 datang dari Allah tapi bedanya yaitu terletak darimana kita menyingkapinya. Musibah untuk orang2 islam yang masih belum ikhlas menerimanya. Sedangkan ujian itu diperuntukkan bagi orang2 yang beriman dan ikhlas menerimanya serta berhusnuzan pada Allah atas apa yang dialaminya.

Sempat beberapa hari lalu kehilangan kesadaran. Meninggalkan semuanya demi keinginan duniawi saja. Tidak mau kumpul, males syuro, bales sms juga jarang pengennya dirumah aja gak mau kemana2. Padahal dirumah juga gak jelas mau ngapain. Kalo gak nonton, makan, belajar juga enggak. Momen2 seperti inilah yang harus dihilangkan bahkan di delete saja kalau bahasa IT-nya. Rasanya gak betah, aneh dan malu sebenernya. Kenapa seorang kader dakwah bisa merasa seperti ini? Sampai sekerang masih menjadi pertanyaan, ada apa dengan Ruhul Istijabah ini ???

Sebuah kisah yang membangkitkan rasa semangat mendatangi seruan dakwah ini.

Suatu ketika ada seorang pemuda yang sedang berbincang-bincang dengan murabbinya. Ia menceritakan semua keluh kesah yang ia rasakan selama berada di medan perang yang disebut dakwah. Merasa bahwa semakin hari semakin kering rasanya ukhuwah, semakin banyak tingkah aneh dari para ikhwah yang seharusnya tidak dilakukan. Kemudian sang Murobbi bertanya padanya,
"Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah ini?". 
"Ane mau berhenti saja di jalan dakwah ini. Ane sudah cape, sudah lelah dengan semua tingkah orang2 yang tidak rasional lagi, ikhwah yang prilakunya sudah tidak islami membuat ane kecewa ", jawab pemuda itu.
Pandangan Murobbi itu tidak terkejut sedikitpun dan tetap melihat tajam kearah pemuda itu seakan ia sudah mengetahui jawaban apa yang akan didapatkannya.
“Akhi, bila suatu kali antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah amat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?” tanya sang murabbi dengan kiasan bermakna dalam.
Pemuda itu terdiam berpikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat.
“Apakah antum memilih untuk terjun ke laut dan berenang sampai tujuan?” sang murabbi mencoba memberi opsi.
“Bila antum terjun ke laut, sesaat antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasakan kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba. Tapi itu hanya sesaat. Berapa kekuatan antum untuk berenang hingga tujuan? Bagaimana bila ikan hiu datang? Darimana antum mendapat makan dan minum? Bila malam datang, bagaimana antum mengatasi hawa dingin?” serentetan pertanyaan dihamparkan di hasapan sang pemuda.
Tak ayal, ia pun menangis tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murabbi yang dihormatinya justru tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.
“Bagaimana bila ternyata mobil yang antum kendarai dalam menempuh jalan itu temyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil itu tergeletak di jalan, atau mencoba memperbaikinya?” tanya sang murabbi lagi.
Pemuda itu tetap terdiam dalam sesenggukan tangis perlahannya.
Tiba-tiba ia mengangkat tangannya, “Cukup ustadz, cukup. Ana sadar. Maafkan ana. Ana akan tetap istiqamah. Ana berdakwah bukan untuk mendapat medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana diperhatikan…”
“Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada sebuah isyu atau gosip, tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghil (dengki, benci, iri hati) antum terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang mantan budak hina menemui kemuliaannya.” nasihatnya untuk pemuda.


Jumat, 01 Maret 2013

Bermimpi, MAU (?)

Begitu banyak impian orang hingga aku kagum melihatnya. Punya paspor, pergi ke luar negeri, punya DSLR, smartphone yang keren, lolos PKM dan masuk PIMNAS, lulus cepet, ambil fasttrack, punya sekolah alam, sekolah anak2, punya rumah yang dikelilingi pohon bambu, punya kebun buah, dan masih banyak lagi semua mimpi2 yang aku dengar. Tanpa rasa ragu mereka mengucapkannya dan membayangkannya. Aku pun ikut membayangkannya dan melihat semua mimpi itu seakan bisa mereka wujudkan.

Mereka terus saja mengulang-ulang apa yang mereka mimpikan dan pasti ada saja yang mereka ucapkan tentang apa yang akan mereka lakukan dikemudian hari. Ada kalanya mereka memperbarui mimpinya sedemikian sehingga membuat sesuatu yang mereka rencanakan itu berubah dan mereka menyusunnya kembali bagai batang2 lego yang disusun dengan bentuk yang berbeda.

Terkadang aku berpikir kenapa aku tidak bisa bermimpi sebegitu nyatanya seperti mereka??

Ada kisah tentang seseorang yang meraih mimpinya untuk bisa menjadi seorang hunter dan bertemu dengan ayahnya yang selama ini menghilang sejak ia kecil. Ia terus saja berusaha membuat mimpi itu menjadi nyata. Mulai dari mendaftar ujian, bertemu dengan teman2 baru, memjalin persahabatan dengan mereka dan bersama2 melalui berbagai tantangan yang harus dihadapi. Yah, itulah Gon Freeks dalam film manga yang berjudul HUNTER X HUNTER.

Pelajaran yang bisa diambil dari kisah itu ialah keyakinan. Keyakinan yang kuat akan membawa kita menuju asa yang diinginkan. Satu tujuan bersama mereka yakin dapat menempuh segala tantangan yang ada dan bersama mendapatkan apa yang mereka inginkan. Keyakinan dapat menghapus rasa ragu yang ada dalam hati dan menggantikannya dengan harapan yang segera terwujud. Dengan keyakinan pula rasa semangat dan pantang menyerah otomatis timbul dalam diri kita untuk membuat impian itu menjadi nyata. Tak lupa dengan kerja keras dan doa menambah rasa yakin akan kuasa Illah yang dapat mengabulkan keinginannya.

Yakin = Azzam

Membuat diri ini berAzzam adalah mudah. Hanya saja terkadang Azzam itu bisa luluh memudar seiring dengan berjalannya waktu. Namun ada juga orang yang dengan kuat Azzamnya dan tidak goyah sedikitpun walau rintangan datang selih berganti.

Sempat terpikir apa mungkin mereka tidak bosan dengan keinginannya itu? Padahal maasih banyak keinginan2 yang bisa didapatkan lebih dari itu. Tapi apa mungkin itu terjadi??

Banyak orang yang menjalani hidup dalam kesenangan tapi tak sedikit pula yang hidup dalam ketidak beruntungan. Bagi orang berada, mungkin dengan sangatlah mudah mewujudkan apa yang mereka impikan. Mereka hanya tinggal menyebutkan saja apa yang diinginkannya  dan seketika orang2 terdekatnya (sebut orang tua) langsung mengabulkan. Mudah sekali bukann?

Beda halnya dengan orang yang biasa2 saja, yang hidupnya serba dalam kecukupan. Apa yang mereka kerjakan hari ini adalah menentukan apa yang akan mereka makan untuk besok. Jika mereka tidak bekerja dengan sungguh2 maka mungkin saja mereka tidak bisa memberi makan anak dan istrinya. Yah ada benarnya. Dapat memberi makan keluarganya itu adalah suatu tujuan, keinginan dan harapannya pada saat itu (azzam).


Sebenarnya membuat tulisan tidaklah mudah bagi seseorang yang tidak suka menulis. Membuat masakan tidak mudah bagi orang yang tidak bisa masak. Mengerjakan ujian tidak mudah bagi orang yang tidak belajar. Mencari sesuatu tidaklah mudah jika tidak mempunyai tujuan apa yang akan dicari. Dan begitu juga dengan MIMPI tidaklah mudah mewujudkannya jika tidak mempunyai mimpi untuk diwujudkan. Maka berMIMPIlah selagi mimpi itu GRATIS dan hanya menuntut kita untuk mewujudkannya karena tidak mungkin sesuatu itu terjadi tanpa melakukan apapun yang dapat mewujudkannya.

Jika kamu bosan, teruslah bergerak sampai kebosanan itu bosan mengikutimu.
Jika kamu lelah, tetaplah berlari sampai kelelahan itu lelah mengejarmu.
Jika kamu takut, tetaplah tersenyum sampai ketakutan itu hilang menjauhi dirimu.
Karena Allah melihat apapun yang kamu kerjakan dan Allah selalu ada bersamamu dan tidak pernah meningalkanmu. Jikalau Allah belum menjawab doa dan harapanmu pasti Allah mempunyai rencana baik untukmu dan Ia kan tetap selalu ada dalam hatimu kapanpun kau butuhkan.