Tampilkan postingan dengan label just opinion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label just opinion. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2013

Melirik Kebelakang Melihat Jauh Kedepan



Sebuah wallpaper sederhana yang dibuat pada saat semester 5 lalu. Entah mengapa aku ingin membuatnya. Mungkin karena waktu itu aku sedang disibukkan dengan banyak pilihan kegiatan. Seingatku yah dulu tuh banyak banget kesibukan yang menghampiri. Soalnya semester 5 itu berlangsung pada bulan september 2012 - januari 2013 dan lagi masa2 ribetnya. Makannya terlintas saja untuk membuat wallpaper motivasi untuk diri ini.

Saat itu aku memegang dua amanah yaitu di LDK dan di SerumG. Kedua-duanya memang selalu mengadakan event tahunan. Sebut saja FIM dan IIF. Kemudian ada juga kuliah Statistika Matematika (statmat) dan Analisis Kompleks (ankom) yang biasa dibilang segi tiga bermuda untuk anak matematika. hahaha... Selain itu ada juga kepanitiaan Spectrum yang kece bangeett.. dan semuaaannyaa membutuhkan porsi waktunya sendiri-sendiri. oh iya satu lagi. saat itu aku juga megang seorang mahasiswa TPB yang tutor Landasan Matematika (LM).

Sebegitu banyaknya kegiatan yang aku lakukan tidak mungkin bisa berjalan lancar jika tidak ada Allah yang membantu. Karena Allah lah semua bisa berjalan sesuai dengan rencana. Walaupun ada sedikit kendala dalam menjalaninya dan belum sesuai dengan harapan, aku tetap merasa bahwa Allah Maha Baik. Allah memberikan apa yang aku butuhkan bukan memberikan apa yang aku inginkan. Dan aku menyadari itu. Satu sisi, Allah memberikan kemudahan dan di sisi lain Allah memberikan tantangan dan kesempatan yang kedua untukku. Itulah kehidupan. Kadang susah kadang mudah dan kita harus tetap semangat dan berpikir bahwa Allah selalu ada di dekat kita dan dan tidak pernah meninggalkan kita.

Sekarang juga harus begitu...
Seberapapun sulitnya keadaan pasti ada hikmah dan pelajaran dibalik kisah itu. Hanya kita yang bisa membuat kisah itu terasa indah dan Allah yang membantu mewujudkannya. Tidak peduli di kesibukan mana kita berada, berikan yang terbaik agar semua terasa sulit dilupakan dan terlalu indah dikenang. hehehe..

Keep Hamasah
Keep Istiqomah
Keep Husnuzhon
Keep Smile
Keep Progressive
Keep Keep Keep your self to be great muslimah
 

Minggu, 24 Maret 2013

Dakwah is Love...

Malam yang dingin dan guntur menyambar untuk kesekian kalinya terdengar ditelingaku. Tanpa sadar jam sudah menunjukkan pukul 23.10. Seketika terdiam. Sudah banyak waktu yang terlewatkan hari ini bukan berarti tidak ada apa2nya. Pagi hari sudah berlari mengejar waktu untuk segera sampai ke mesjid tercinta Al Hurriyyah. Ya mudah untuk ditebak kalau gak liqo pasti syuro. Tapi yang ini beda. Kami mengagendakan untuk lari pagi bereng 123 orang anggota LDK. Waahh kayaknya bakal terjadi konvoy besar2an nih. Dan ternyata bayanganku tidak sesuai dengan kenyataannya. Hanya segelintir orang saja yang hadir menyambut seruan gathring dari ketua LDK. Sekitar 40an orang saja yang membalas sambutan itu. Tapi rasa semangat ini tidak pudar begitu saja. Dimulai dengan pemanasan, lari keliling IPB alias alhur-fahutan-fateta-LSI-alhur, dan dilanjutkan dengan games seru yang masih saja dipandu oleh sang ketua LDK.

Hujan akhirnya jatuh juga dan haripun semakin malam. Teringat perkataan seseorang bahwa saya masih senang kalau ada yang bermasalah dengan sdm di departemen antum, berarti jalan dakwah ini benar, berarti antum diberikan kesempatan untuk mengalami peningkatan atas ujian2 yang Allah berikan. Bedakan dengan musibah. Sama2 datang dari Allah tapi bedanya yaitu terletak darimana kita menyingkapinya. Musibah untuk orang2 islam yang masih belum ikhlas menerimanya. Sedangkan ujian itu diperuntukkan bagi orang2 yang beriman dan ikhlas menerimanya serta berhusnuzan pada Allah atas apa yang dialaminya.

Sempat beberapa hari lalu kehilangan kesadaran. Meninggalkan semuanya demi keinginan duniawi saja. Tidak mau kumpul, males syuro, bales sms juga jarang pengennya dirumah aja gak mau kemana2. Padahal dirumah juga gak jelas mau ngapain. Kalo gak nonton, makan, belajar juga enggak. Momen2 seperti inilah yang harus dihilangkan bahkan di delete saja kalau bahasa IT-nya. Rasanya gak betah, aneh dan malu sebenernya. Kenapa seorang kader dakwah bisa merasa seperti ini? Sampai sekerang masih menjadi pertanyaan, ada apa dengan Ruhul Istijabah ini ???

Sebuah kisah yang membangkitkan rasa semangat mendatangi seruan dakwah ini.

Suatu ketika ada seorang pemuda yang sedang berbincang-bincang dengan murabbinya. Ia menceritakan semua keluh kesah yang ia rasakan selama berada di medan perang yang disebut dakwah. Merasa bahwa semakin hari semakin kering rasanya ukhuwah, semakin banyak tingkah aneh dari para ikhwah yang seharusnya tidak dilakukan. Kemudian sang Murobbi bertanya padanya,
"Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah ini?". 
"Ane mau berhenti saja di jalan dakwah ini. Ane sudah cape, sudah lelah dengan semua tingkah orang2 yang tidak rasional lagi, ikhwah yang prilakunya sudah tidak islami membuat ane kecewa ", jawab pemuda itu.
Pandangan Murobbi itu tidak terkejut sedikitpun dan tetap melihat tajam kearah pemuda itu seakan ia sudah mengetahui jawaban apa yang akan didapatkannya.
“Akhi, bila suatu kali antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah amat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?” tanya sang murabbi dengan kiasan bermakna dalam.
Pemuda itu terdiam berpikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat.
“Apakah antum memilih untuk terjun ke laut dan berenang sampai tujuan?” sang murabbi mencoba memberi opsi.
“Bila antum terjun ke laut, sesaat antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasakan kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba. Tapi itu hanya sesaat. Berapa kekuatan antum untuk berenang hingga tujuan? Bagaimana bila ikan hiu datang? Darimana antum mendapat makan dan minum? Bila malam datang, bagaimana antum mengatasi hawa dingin?” serentetan pertanyaan dihamparkan di hasapan sang pemuda.
Tak ayal, ia pun menangis tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murabbi yang dihormatinya justru tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.
“Bagaimana bila ternyata mobil yang antum kendarai dalam menempuh jalan itu temyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil itu tergeletak di jalan, atau mencoba memperbaikinya?” tanya sang murabbi lagi.
Pemuda itu tetap terdiam dalam sesenggukan tangis perlahannya.
Tiba-tiba ia mengangkat tangannya, “Cukup ustadz, cukup. Ana sadar. Maafkan ana. Ana akan tetap istiqamah. Ana berdakwah bukan untuk mendapat medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana diperhatikan…”
“Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada sebuah isyu atau gosip, tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghil (dengki, benci, iri hati) antum terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang mantan budak hina menemui kemuliaannya.” nasihatnya untuk pemuda.


Jumat, 01 Maret 2013

Bermimpi, MAU (?)

Begitu banyak impian orang hingga aku kagum melihatnya. Punya paspor, pergi ke luar negeri, punya DSLR, smartphone yang keren, lolos PKM dan masuk PIMNAS, lulus cepet, ambil fasttrack, punya sekolah alam, sekolah anak2, punya rumah yang dikelilingi pohon bambu, punya kebun buah, dan masih banyak lagi semua mimpi2 yang aku dengar. Tanpa rasa ragu mereka mengucapkannya dan membayangkannya. Aku pun ikut membayangkannya dan melihat semua mimpi itu seakan bisa mereka wujudkan.

Mereka terus saja mengulang-ulang apa yang mereka mimpikan dan pasti ada saja yang mereka ucapkan tentang apa yang akan mereka lakukan dikemudian hari. Ada kalanya mereka memperbarui mimpinya sedemikian sehingga membuat sesuatu yang mereka rencanakan itu berubah dan mereka menyusunnya kembali bagai batang2 lego yang disusun dengan bentuk yang berbeda.

Terkadang aku berpikir kenapa aku tidak bisa bermimpi sebegitu nyatanya seperti mereka??

Ada kisah tentang seseorang yang meraih mimpinya untuk bisa menjadi seorang hunter dan bertemu dengan ayahnya yang selama ini menghilang sejak ia kecil. Ia terus saja berusaha membuat mimpi itu menjadi nyata. Mulai dari mendaftar ujian, bertemu dengan teman2 baru, memjalin persahabatan dengan mereka dan bersama2 melalui berbagai tantangan yang harus dihadapi. Yah, itulah Gon Freeks dalam film manga yang berjudul HUNTER X HUNTER.

Pelajaran yang bisa diambil dari kisah itu ialah keyakinan. Keyakinan yang kuat akan membawa kita menuju asa yang diinginkan. Satu tujuan bersama mereka yakin dapat menempuh segala tantangan yang ada dan bersama mendapatkan apa yang mereka inginkan. Keyakinan dapat menghapus rasa ragu yang ada dalam hati dan menggantikannya dengan harapan yang segera terwujud. Dengan keyakinan pula rasa semangat dan pantang menyerah otomatis timbul dalam diri kita untuk membuat impian itu menjadi nyata. Tak lupa dengan kerja keras dan doa menambah rasa yakin akan kuasa Illah yang dapat mengabulkan keinginannya.

Yakin = Azzam

Membuat diri ini berAzzam adalah mudah. Hanya saja terkadang Azzam itu bisa luluh memudar seiring dengan berjalannya waktu. Namun ada juga orang yang dengan kuat Azzamnya dan tidak goyah sedikitpun walau rintangan datang selih berganti.

Sempat terpikir apa mungkin mereka tidak bosan dengan keinginannya itu? Padahal maasih banyak keinginan2 yang bisa didapatkan lebih dari itu. Tapi apa mungkin itu terjadi??

Banyak orang yang menjalani hidup dalam kesenangan tapi tak sedikit pula yang hidup dalam ketidak beruntungan. Bagi orang berada, mungkin dengan sangatlah mudah mewujudkan apa yang mereka impikan. Mereka hanya tinggal menyebutkan saja apa yang diinginkannya  dan seketika orang2 terdekatnya (sebut orang tua) langsung mengabulkan. Mudah sekali bukann?

Beda halnya dengan orang yang biasa2 saja, yang hidupnya serba dalam kecukupan. Apa yang mereka kerjakan hari ini adalah menentukan apa yang akan mereka makan untuk besok. Jika mereka tidak bekerja dengan sungguh2 maka mungkin saja mereka tidak bisa memberi makan anak dan istrinya. Yah ada benarnya. Dapat memberi makan keluarganya itu adalah suatu tujuan, keinginan dan harapannya pada saat itu (azzam).


Sebenarnya membuat tulisan tidaklah mudah bagi seseorang yang tidak suka menulis. Membuat masakan tidak mudah bagi orang yang tidak bisa masak. Mengerjakan ujian tidak mudah bagi orang yang tidak belajar. Mencari sesuatu tidaklah mudah jika tidak mempunyai tujuan apa yang akan dicari. Dan begitu juga dengan MIMPI tidaklah mudah mewujudkannya jika tidak mempunyai mimpi untuk diwujudkan. Maka berMIMPIlah selagi mimpi itu GRATIS dan hanya menuntut kita untuk mewujudkannya karena tidak mungkin sesuatu itu terjadi tanpa melakukan apapun yang dapat mewujudkannya.

Jika kamu bosan, teruslah bergerak sampai kebosanan itu bosan mengikutimu.
Jika kamu lelah, tetaplah berlari sampai kelelahan itu lelah mengejarmu.
Jika kamu takut, tetaplah tersenyum sampai ketakutan itu hilang menjauhi dirimu.
Karena Allah melihat apapun yang kamu kerjakan dan Allah selalu ada bersamamu dan tidak pernah meningalkanmu. Jikalau Allah belum menjawab doa dan harapanmu pasti Allah mempunyai rencana baik untukmu dan Ia kan tetap selalu ada dalam hatimu kapanpun kau butuhkan.

Kamis, 21 Februari 2013

Meaning of learn

Menjadi seorang qiyadah memang tidaklah mudah. Harus mengetahui keadaan anggotanya, koordinasi dengan masulnya, dan tak jarang untuk mencurahkan perasaan kepada temannya. Karena masa2 itu pasti akan datang. Walaupun membuat diri ini lelah tak berdaya namun ketika mengingat wajah adik2 kita yang mengharap perhatian dan bimbingan seakan tidak tega jika menjawab keinginan dan harapan mereka dengan wajah yang tidak bersemangat. Adakalanya adik2 kita bersemangat sekali menjawab ruhul istijabah, apakah kamu ingin memberikan wajah seperti itu??


Pada fase inilah sebenarnya kita sedang diuji seberapa besar kesabaran, keikhlasan, kepedulian dan sebagainya. Mengetahui bagaimana diri ini menghadapi sedikit ujian kecil dari Allah melalui perantara-Nya. Mencoba mengeksplor kemampuan yang sudah dipelajari maupun yang sudah didapatkan. Teringat sebuah sabda Rosulullhah " Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat". Nah disinilah bagaimana cara kita menyampaikan apa2 yang sudah kita miliki dan tidak menutup2i kebenaran yang ada.


Belajar dan teruslah belajar. Belajar tidak hanya sekedar duduk dibangku sekolah sampai perguruan tinggi walaupun sebenarnya itu tak kalah penting dan ilmu itu harus dicari sampai pergi ke negeri Cina. Dan ingatlah apapun yang kita pelajari, baik penting maupun tidak, itu tidak akan sia-sia karena Allah selalu melihat pekerjaan kita.


Semangat belajar, megajar, dan jelajahi segala ilmu pegetahuan yang ada dan membuat jati diri ini lebih kuat dari kuatnya baja.

Selasa, 04 September 2012

Untuk Semester 5 yang Lebih Baik

Assalamu'alaikum, bertemu lagi dengan saya, hehe
setelah bulan ramadhan yang penuh berkah terlewati  mulailah pandangan ini tertuju pada semester ku yang ke 5 :D
semester yang sudah ditunggu-tunggu untuk dijalani dan memperbaiki kesalahan-kesalahan dari semester sebelumnya. Azamkan niat kembali untuk apa berada di IPB ini. Apakah untuk bermain, bersenang-senang ataukah hanya sekedar bersantai-santai..?? waduh.. niat yang kaya gini yang salah kaprah.

Perkuliahan semester ganjil ini dimulai dari tanggal 3 September 2012 dan ada 23 sks yang akan menemani ku di enam bulan kedepan, haha. Rekayasa perangkat lunak, Analisis kompleks, Analisis numerik, Pemrograman tak linear, Statistika matematika, Matematika pasar modal, Ekonomi teknik, dan yang terakhir adalah Pengantar diferensial parsiak. waaahhh.... banyak banget yak sampe ngerasa gak selesai-selesai nyebutinnya, hehe..
Dari semua mata kuliah yang disebutin tadi, kebayang gak gimana beratnya materi yang nantinya akan dipelajari? buat anak sosial denger kaya gini udah geleng-geleng kepala dan buat anak eksak paling ngangguk-ngangguk aja deh, hehe. Memang seperti ini lah sedikit penderitaan anak mate yang ada di tingkat 3, semakin naik tingkat semakin bertambah juga materinya alias semakin berat untuk dipelajari.

Bismillah.. Ini adalah langkah awal di semester 5 yang akan berujung kesuksesan, Amin..

Sabtu, 25 Agustus 2012

Ramadhan ku yang tercinta

"Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa"
(Al Baqarah : 183)

Sepotong surat cinta dari Allah SWT yang diturunkan kepada Rasulullah SAW untuk menyeru umat manusia agar berpuasa dibulan Ramadhan, bulan suci yang sangat dinanti-nantikan oleh orang-orang yang beriman. Satu bulan penuh kita diwajibkan berpuasa menahan haus dan lapar, serta menahan hawa nafsu dari segala amarah, kebencian, iri hati bahkan kedengkian semata-mata untuk meraih ridho Allah SWT.

Alangkah bahagianya diriku menyambut bulan Ramadhan ini bersama keluargaku, yah alhamdulillah masih diberi kesempatan oleh Allah untuk berkumpul bersama keluarga di hari pertama puasa yang terus berlanjut dua hati kemudian. Mungkin ini kejadian yang jarang terjadi karena biasanya waktu puasa pertama dilewati di asrama dan di kosan bersama teman-teman. Walaupun banyak sekali kegiatan di kampus menjelang ramadhan ini namun ku sempatkan diri untuk pulang menemui keluargaku di rumah. 
Setelah ujian tengah semester pendek yang dilaksanakan tanggal 17 Juli 2012 diri ini terancam pulang kerumah karena agenda yang paling utama sudah dilewati. Namun, masih terpikir kalau ada agenda lain yakni MPF dan FIM, waaah bisa2 gak jadi pulang nihh.. walaupun agak ga enak meninggalkan teman2 dan segudang pekerjaan tapi mereka semua mengerti lah keadaan, hehe..

Pukul setengah empat sore ba'da solat asar, aku meninggalkan kosan dengan membawa dua buah tas, yang satu digendong dan lainnya ditengteng, yahh biasalah style pulang kerumah bawa laptop, baju, dan yang paling penting Al Qur.an :) yang harus dibawa apalagi pulang kerumah. Sebelum menaiki angkot, hati ini berniat untuk membelikan oleh2 kebab buah Si Babah yang ada di bateng itu karena setiap kali lewat pasti inget deh sama janji kalau ada nilai semester 4 ini ada yang bagus harus makan enak, nah kebetulan makanan yang enak pada saat itu adalah kebab buah dah bikin ngiler :p. nah makannya pengen banget bawain oleh2 ini biar bisa dirasakan sama orang rumah yang memang belum pernah merasakannya. Pas dateng ke tempat jualnya aku dapet antrian ke tiga, waah udah pesimis nih takut kemaleman sampe rumah dan siapa sangka ada hal lain yang tidak diduga yaitu bahan utama buahnya habis dan mba2 yang mengantri kedua gak mau kalau buahnya cuma mangga dan strawberry aja, yaa alhamdulillah deh mba nya pulang dan ga jadi beli, hehe.. padahal kan enak kalau itu aja buahnya :) yaa rejeki gak kemana langsung deh ku pesan tiga porsi kebab buah yang isinya hanya mangga dan strawberry aja. Dan akhirnya sekitar jam setengah lima aku meluncur naik angkot kampus dalam menuju home sweet home :D

Kampus dalam, Yasmin, Parung sudah ku lewati sedangkan jam sudah menunjukkan pukul setengah enam lebih hampir mau maghrib dan aku masih ada di angkot, hiks.. perasaan takut kemaleman, seneng ketemu keluarga udah bercampur gak mau tau gimana caranya biar bisa sampai rumah dan tarawih pertama bareng. Ketika masuk waktu maghrib aku sudah berada di angkot jurusan parung-ciputat dan berlanjut ke angkot jurusan ciputat-jombang. Saat di angkot itu ada suatu percakapan ibu2 yang agak lucu. Memng biasanya angkot jurusan jombang itu selalu saja ngetem sampai penumpang penuh baru dia mau jalan. kebetulan memang agak lama menunggu dan berjalan agak lambat, naah ada seorang ibu2 yang bilang ke pak sopir kalau dia mau buru2 sholat tarawih berjamaah dimasjid makannya jalannya jangan lama2 padahal jam menunjukkan sekitar pukul 18.45an. Dalam hati kecil, ini ibu2 kok udah mikirin sholat tarawih ya, padahal kan kita sama2 diangkot dari waktu maghrib tiba sampai hampir habis tapi yang dipikirin malah sholat tarawih bukannya sholat maghrib dulu, aku saja takut tidak kebagian waktu maghrib, eeehh malah yang dipikirin tarawih. Masya Allah.. Bulan suci ramadhan memang luar biasa ya, yang sunah dijadikan wajib dan yang wajib seharusnya lebih ditingkatkan lagi karena amalan2 dibulan ini akan dilipatgandakan 10 kali lipat oleh Allah SWT.

Perjalanan berlanjut menuju rumah menaiki angkot terakhir jurusan ciledug. Waktu juga sudah semakin malam dan maghrib sudah berjalan. Aku memasuki gang rumah ku disambut dengan azan isya berkumandang yang menunjukkan maghrib telah habis dan isya pun menanti. Kaki ini terus melangkah menuju rumah dan ternyata semua orang sudah beranjak menuju masjid untuk menunaikan sholat isya dan tarawih berjamaah. Sedikit sedih dan kecewa karena tidak ada yang menyambut kedatanganku. Tak apa lah memang aku yang kurang pintar mengatur waktu keberangkatan, dan mereka sudah ber fastabiqul  khoirot untuk menyambut bulam ramadhan yang penuh barokah ini. Kemudian aku melanjutkan dengan membersihkan diri dan sholat jama takhiir isya-maghrib serta sholat tarawih dirumah. Walaupun begitu Puji Syukur Kepada Allah karena telah memberikan kesempatan berkumpul bersama keluarga dibulan yang suci ini.