Minggu, 05 Januari 2014

Help Users Recognize, Diagnose, and Recover from Errors - pusatjamtangan.com (Bag.2)



Help users recognize, diagnose, and recover from errors

“Error messages should be expressed in plain language (no codes), precisely indicate the problem, and constructively suggest a solution.”

Dalam evaluasi Help users recognize, diagnose, and recover from errors ini tampak jelas ketika saya mencoba mencari produk dari jam tangan bermerk Monaco 69 pada kotak pencarian di sebelah kanan atas. Telah kita ketahui sebelumnya bahwa web ini hanya menjual dua buah jam bermerk Alexandre Christie dan Swiss Army. Namun, ketika saya iseng mencari jam dengan kode tertentu tidak ada hasil yang menandakan bahwa hasil pencarian itu ditemukan atau tidak. Biasanya ketika hasil pencarian ditemukan akan muncul apa yang kita cari walaupun ada beberapa yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Nah, dalam sistem pencarian ini pengguna tidak ditunjukkan pemberitahuan apapapun dalam bagian utama halaman. Setelah diselidiki ternyata web ini memberitahukan bahwa pencarian tidak ditemukan pada judul tabnya seperti pada gambar dibawah ini.


Sangat menyayangkan sekali ketika pengguna ingin mencari jam yang diinginkan melalui kotak pencarian, mereka diberikan halaman lebar, hitam, yang kosong tanpa pemberitahuan apapun. Hal ini menjadi kekurangan dalam membantu pengguna untuk mengenali, mendiagnosa dan menyadari pada prinsip desain interaksi sistem. Pengguna seakan bertanya-tanya “ini ada gak ya?, apa belum selesai di cari?” dan sebagainya.
Kemudian saya mencari pada hamaman yang berbeda dengan kata kunci “mentari”. Saya tahu pasti tidak ada hanya ingin melihat apakah hasilnya sama. Ternyata yang muncul adalah Mentari dan link kalaman tempat saja mencari. Nah, dari sini saya berpikir bahwa pencarian tersebut berdasarkan dimana hamalan yang kita cari. Dan hasilnya tidak ada satupun pemberitahuan kalau pencarian tidak ditemukan hanya halaman yang kosong.


Selain mendiagnosis kesalahan dalam sistem pencarian saya juga melakukan percobaan kesalahan pengisian form. Pada pengisian form terdapat pemberitahuan ketika belum mengisi bagian yang seharusnya diisi sehingga kesalahan dalam pengisian form dapat diminimalisir. 

  
Dari skala 0 sampai 4, rating penilaian pada prinsip desain interaksi ini adalah 3 yaitu masalah kegunaan utama yang penting untuk diperbaiki sehingga harus diberikan prioritas tinggi. Karena dalam mengakses suatu website ada dua hal yang akan dilakukan yaitu searching dan browsing. Ketika pengguna ingin langsung mencari tujuan mereka maka yang dilakukan pertama kali adalah mencari pada kotak pencarian yang tersedia. Berbeda halnya dengan browsing yang mencari tau isi web secara mendalam dengan menyampingkan tujuan awal pengguna.
Rekomendasi yang dapat saya berikan yaitu sebaiknya situs ini diperbaiki dalam hal sistem pencarian sehingga dapat membantu pengguna dalam mengaksesnya. Selain itu, ketika pengguna tidak dapat menemukan apa yang ia cari, berikan pemberitahuan yang semestinya seperti : pencarian “Swiss Army 124 hitam” tidak ditemukan dan sebagainya pada bagian utama halaman bukan pada judul tab atau halaman yang kosong.

Consistency and Standards - pusatjamtangan.com (Bag.1)


Consistency and standards:

“Users should not have to wonder whether different words, situations, or actions mean the same thing. Follow platform conventions.”

pusatjamtangan.com merupakan website e-commerce yang menyediakan layanan bagi pengguna untuk membeli jam tangan. Terdapat dua jenis merk jam tangan yang ditawarkan dalam website ini, yaitu Alexandre Christie dan Swiss Army. Ketika website ini terbuka, pengguna disambut dengan ucapan “Selamat Datang” dan disajikan berbagai macam foto jam tangan. Selain itu, terdapat pilihan menu yang muncul, yaitu Home, Store, Informasi, Blog serta Cara Pemesanan dan juga ada kotak pencarian dibagian kanan atas. Dalam setiap menu, disajikan beberapa pilihan yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini. 

 
Bagian Pertama dalam menganalisis 5 dari 10 prinsip desain interaksi berbasis Heuristic Evaluation – Nielsen (1995a) yang terdapat pada website pusatjamtangan.com adalah analisis Consistency and Standards. Mengapa saya mengambil bagian ini?
Saya menjelajah web ini layaknya seorang pembeli jam yang ingin mencari model yang disukainya. Ketika saya membuka salah satu foto, muncul berbagai informasi mengenai jam tersebut mulai dari gambar bagian depan, belakang, kode jam, ketahanan terhadap air dan sebagainya. Dan dari sinilah saya menemukan beberapa keanehan dalam website ini yang sepatutnya diberikan evaluasi.
Evaluasi yang pertama yaitu bahasa yang digunakan tidak konsisten. Web ini menggunakan judul bahasa Indonesia namun ketika melihat pilihan menu saja sudah tidak konsisten, seperti menu Store dan Cara Pemesanan. Selain menu, penggunaan bahasa yang berbeda juga terlihat pada halaman informasi detail dari produknya dan form pemberian komentar/testimonial seperti pada gambar dibawah ini.



           Evaluasi yang kedua yaitu ketidak konsistenan pada katagori shop by price. Dalam katagori ini pilihan harga yang disediakan yaitu kisaran Rp100.000- Rp449.000, Rp450.000- Rp599.000, Rp600.000- Rp799.000, Rp800.000- Rp989.000, dan Rp990.000- Rp2.000.000. Sebelum saya membuka katagori ini, saya sudah melihat beberapa harga dari jam tersebut yaitu Rp200.000an sampai Rp900.000an. Ya benar, memang berada harga itu pada katagori yang diberikan. Tetapi lucunya terdapat pada harga yang paling mahal yaitu antara Rp990.000- Rp2.000.000. Halaman ini memberikan foto dari jam tangan seharga 910.000 yang bukan seharusnya ditempatkan pada katagori tersebut. Ini merupakan kesalahan dalam penyediaan informasi pada situs web yang tidak konsisten dengan apa yang dikelompokkan.

 
           Selain itu, terdapat kondisi yang tidak konsisten terhadap penyediaan informasi dalam katagori shop by price. Ini terjadi ketika saya membuka halaman tersebut namun harga jam yang muncul tidak diurutkan dari yang murah sampai yang mahal atau sebaliknya seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini. Kondisi seperti ini akan membuat pengguna berpikir untuk mencari ke halaman berikutnya jikalau masih ada harga yang lebih murah sehingga pengguna harus bekerja berkali-kali ketika ia ingin membeli jam dengan harga paling murah atau harga paling mahal.





Berdasarkan kesalahan-kesalahan atas ketidak konsistenan dan tidak standar dari pusatjamtangan.con ini saya memberi peringkat 3 yang harus diberi prioritas tinggi. Tujuan utama dari desain interaksi ialah untuk memudahkan pengguna dalam menyelesaikan tugasnya terutama dalam mengakses sistem pada website ini. Ketika situs tidak memberikan kemudahan maka pengguna tidak merasa nyaman dan beranjak pergi untuk mencari informasi yang lebih mudah diakses.
Rekomendasi pada bagian ini yaitu untuk bahasa disesuaikan dengan target pengguna, jika memang digunakan di Indonesia sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia saja sehingga pengguna lebih mudah memahaminya. Kemudian untuk katagori pengelompokan harga menurut saya seperti itu terlalu banyak apalagi sampai rentang harga Rp2.000.000 padahal di antara produk tersebut tidak ada yang harganya Rp2.000.000. Misal saja shop by price mulai dari yang murah sampai yang mahal tidak perlu diberikan rentang harga. Meskipun ada rentang harga sebaiknya dibuat mulai dari Rp100.000-Rp399.000, Rp400.000-Rp699.000, dan Rp700.000-Rp1.000.000.

Rabu, 28 Agustus 2013

#SaveEgypt with Mading


" Semangat! setiap lelah di jalan dakwah insya Allah akan ada pahalanya "

Kata2 yang sangat menggugah saat kita berada dalam posisi yah bisa dibilang futur. Bukan futur yang tingkat akut sih, tapi tetep aja kan yang namanya futur itu bisa berakibat kurang maksimal dalam kinerja kita. Nah, biar gak futur ada salah satu cara yaitu berkumpul atau minimal bertemu dengan orang-orang sholeh. Dengan begitu kita tersadar bahwa masih banyak loh orang yang sibuk tapi bisa melakukan tugas-tugasnya dengan maksimal. Sedangkan kita hanya punya satu tugas yang sederhana namun terasa susah sekali untuk menyelesaikannya. Itu untuk orang-orang yang cepet sadar tapi bagi orang yang gak sadar-sadar doakanlah agar ia cepet sadar, hehe..


Pagi ini sudah bersiap untuk merombak mading Alhur. Ini juga media buat menghilangkan futur loh. Kan bisa bertemu dengan teman-teman seperjuangan :). Mading Alhur salah satu wajah yang dapat saya ubah bagaimanapun bentuknya sesuai dengan keinginak saya. Tapi kesepakatan juga dengan teman2 sih, hehe. Konten, desain background, bahannya semua sudah disiapkan H-2 sebelum hari ini.

Seperti inilah rencana desan awal mading kita..
Desain ini baru dibuat saat syuro ETT selasa, 27 Agustus sekitar pukul 10.30 sedangkan akan dibuat esok harinya pukul 9.00. Keren kan?? *eh biasa aja yak, hehe.. 



Kenapa desainnya seperti itu?? Karena saat ini kita sedang mengambil tema #SaveEgypt. Yups bener banget. Saudara kita di mesir sana sedang mengalami masalah konflik luar biasa. Banyak orang yang telah terlebih dahulu berjihad dan mati dengan syahid. Melihat hal itu, kita disini tidak bisa tinggal diam. Mulai dari munashoroh, aksi solidariti, penggalangan dana dan sebagainya sudah dilakukan. Dan salah satu media di Alhur ini akan ikut menunjukkan rasa empatinya kepada Mesir. Saat semua bersemangat mengerjakan, sedikit demi sedikit mading berubah wujudnya menjadi..


Lumayan mirip kan?? Hehe..  
Rencana yang terbayangkan Alhamdulillah dapat terlaksana dengan maksimal. Sempat pesimis sih bagai mana nanti jadinya. Namun, dengan kreatifitas yang dimiliki oleh para anggota LDK akhirnya jadilah mading yang diharapkan. Nah, dengan ini InsyaAllah para civitas IPB khususnya mengetahui apa yang terjadi dengan saudara kita dibelahan dunia sana. 

Semoga kepedulian dan doa kita untuk Mesir dapat membantu mereka walaupun memang tidak secara langsung. Dan dengan terbukanya isu ini di mata dunia dapat sedikit demi sedikit menyelesaikan konfliknya. Amiin..

Maka dari itu jangan sampe deh yang namanya futur ketika kita sudah melihat kondisi saudara kita disana yang sampai tidak ada waktu untuk beristirahat. Karena syahid itu tidak bisa didapatkan oleh orang yang hanya bersantai-santai saja kita harus berjihad dengan sebenar-benarnya, ya gak??

#SaveEgypt

Rabu, 21 Agustus 2013

Tanah Air 'n Jepang, why not?


"Pengen ke luar negeri..."

Satu kalimat yang terlontar saat mendengar pengalaman orang-orang keren di tv semalam. TVRI: Rumah Perubahan, memberikan inspirasi banyak orang khususnya saya sebagai seorang mahasiswa 'kurapu-kurapu' alias kuliah rapat pulang. Yah ternyata seperti itulah yang saya lakukan selama tiga tahun terakhir ini belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kegiatan orang-orang diluar sana yang mencari pengalaman hidup di negeri orang.

Banyak pengalaman lucu yang mereka ceritakan. Singkat namun menginspirasi. Contohnya seorang pemuda saat pergi ke Jepang. Ia tidak bisa bahasa Jepang cuma bisa bahasa Inggris. Lucunya dia pernah menanyakan letak stasiun menggunakan bahasa jepang dengan lancar karena sebelumnya sudah belajar. Dan ternyata pertanyaannya itu dijawab juga dengan sangat lancar. Tapi sayangnya ia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh satpam itu. Hahaha.. Aduh-aduh gimana toh mas-mas.. --"

Ada satu lagi nih seorang pemuda juga yang pergi ke jerman, perancis dan beberapa negara lainnya. Masih mahasiswa tapi udah menjelajahi berbagai belahan dunia, keren gak tuuh.. Saat ditanyakan dari mana ia mendapatkan uang ternyata pemuda itu mendapatkan dengan usahanya sendiri looh. Kok bisa? gimana caranya?? Ia menjadi seorang calo tiket. Bukan calo tiket kereta loh kalau itu mah bisa-bisa jadi musuh pemerintah, hihi. Tapi pemuda ini menjual tiket konser. Keuntungannya jangan ditanya, bisa jutaan. Gak percaya? Ketika ia membeli tiket dengna harga 150ribu terus dijual lagi dengan harga 350ribu. Weleh-weleh.. kalau punya 14 tiket yang dijual bisa untung sampe 2,8juta looh, hebat..

Banyak sih sebenernya pengalaman orang2 hebat itu. Yang paling banyak mereka ceritakan bahwa mereka merasa bangga punya Indonesia dengan beragan kebudayaan dan eksotiknya. Karena disini gak ada yang namanya jual beli obat-obatan terang-terangan, buka baju terang-terangan bahkan pipis aja bisa terang-terangan loh diluar sana. Betapa bangganya kita memiliki prilaku yang bisa dibilang masih punya malu. Kalau ada orang yang gak punya malu mending bergabung dengan adat dan kebiasaan diluar sana daripada disini nanti dibilang orang gak waras, iya kann??

Dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-68 ini patutlah kita merasa bangga dan menjunjung tinggi nama baik tanah air kita. Berikan prestasi-prestasi yang bagus bahkan sampai kancah internasional seperti juara dunia bulu tangkis kita itu loohh..

Dan akhir kata saya bangga memiliki Indonesia dan masih tidak menutup kemungkinan bagi saya untuk bisa berkunjung ke negeri orang kalau ada kesempatan nantinya, haha.. Aminn..

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA-ku

Selasa, 20 Agustus 2013

1 Syawal 1434 H



Waaah coba tebak foto siapa ini??

Yup, ini salah satu foto keluarga saat lebaran tepatnya pada tanggal 1 Syawal 1434 H atau pada hari Kamis, 8 Agustus 2013 kemarin..

Bukan salah satu foto sih tapi tepatnya cuma ada satu foto yang bentuknya kaya gini. Coba hitung berapa anak yang ada disitu? Banyak kan? Sebenarnya kita sekeluarga ada 6 orang, yaitu Bapak, Ibu, saya sendiri, dan tiga orang adik: Diyah, Aziz, Rofi. Kalo yang satu itu namanya Afifah, sepupu kecil diantara sepupu kecil lainnya.

Kalau dilihat2 anaknya udah pada gede2 yak? tapi tetep aja kan ibu sama bapak masih muda, hehe...

Alhamdulillah Allah masih mempertemukan kami sekeluarga dihari yang bahagia ini. Semoga Allah memberikan kami kesempatan yang sama ditahun-tahun berikutnya juga, amiinn...

Satu kata yang tak boleh terlewatkan ketika hari raya Idul Fitri yaitu:

"Taqobbalallahu minna wa minkum, Shiya mana wa shiya makum"
Semoga allah menerima segala ibadah kita dan puasa kita

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H
Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin