Minggu, 05 Januari 2014

Visibility of System Status - pusatjamtangan.com (Bag.3)


Visibility of system status


“The system should always keep users informed about what is going on, through appropriate feedback within reasonable time.”


Dalam tahap analisis prinsip desain interaksi pada bagian ini, sistem diharuskan memberitahukan apa yang sedang terjadi kepada pengguna jangan sampai pengguna dibuat bingung dengan suatu hal yang tidak pasti atau tidak jelas.
Situs ini sebagian besar sudah memberikan kondisi tersebut, namun ada saja hal yang terlupakan dan dipertanyakan. Contohnya saja kondisi saat pengguna memberikan komentar terhadap suatu jam tangan tertentu dan ditanggapi oleh admin tetapi antara komentar pengguna dan jawaban admin tidak ada bedanya dalam hal desain interaksi. Keadaan ini pasti membingungkan pengguna yang lain, “ini komentar atau tanggapan?” sebelum diamati lebih lanjut lagi. 
Dalam komentarnya hanya terdapat judul Comment #2216, area/bingkai yang tidak ada fotonya, dan isi komentar, begitu pula dengan tanggapannya. Secara sekilas ini terlihat sebagai barisan komentar para pengguna padahal bagian bawahnya merupakan tanggapan dari admin. Nah, disinilah letak kesalahan yang terjadi dalam prinsip visibilitas status sistem. Pengguna tidak mengetahui keberadaan komentar dan tanggapan. Berikut merupakan gambar komentar dan tanggapan pada web tersebut.


 

          Contoh lain yang terjadi bagi pengguna dalam memahami sedang dimana ia berada adalah pada saat memilih katagori shop by gender dan membuka tab baru untuk katagori men’s watch yang sub katagori dari shop by gender. Yang terjadi adalah kedua halaman tersebut sama saja isinya yang berbeda pada jejak linknya saja. Jika pengguna tidak memperhatikan jejak link tersebut ia menganggap itu adalah halaman yang sama, padahal berbeda. Nah disinilah kesalahan sistem dalam memberikan informasi keberadaan pengguna. Setelah diselidiki ternyata semua jam tangan tersebut untuk laki-laki tidak ada untuk perempuan.




            Berdasarkan kesalahan dalam visibilitas status sistem saya memberikan penilaian kesalahan sebesar 3 yang sebaiknya diperbaiki dan memiliki prioritas tinggi. Sehingga dengan perbaikan ini pengguna lebih memahami apa yang sedang terjadi, sedang berada dimana dan hal yang berkaitan dengan visibilitas status sistem.
          Rekomendasi yang saya berikan adalah sebaiknya komentar dan tanggapan yang diberikan pengguna dan admin lebih dibedakan lagi misal dari warna, judul, atau bentuk tanggapan sedikit menjorok kedalam agar mudah memahaminya. Sedangkan untuk kategori sebaiknya tidak diberikan link apalagi link yang diberikan tidak benar/tidak sesuai judulnya seperti pada katagori shop by price yang juga tidak jelas. Link yang mungkin diakses langsung letakkan pada sub kategori agar tidak terjadi salah paham bagi pengguna.

Help Users Recognize, Diagnose, and Recover from Errors - pusatjamtangan.com (Bag.2)



Help users recognize, diagnose, and recover from errors

“Error messages should be expressed in plain language (no codes), precisely indicate the problem, and constructively suggest a solution.”

Dalam evaluasi Help users recognize, diagnose, and recover from errors ini tampak jelas ketika saya mencoba mencari produk dari jam tangan bermerk Monaco 69 pada kotak pencarian di sebelah kanan atas. Telah kita ketahui sebelumnya bahwa web ini hanya menjual dua buah jam bermerk Alexandre Christie dan Swiss Army. Namun, ketika saya iseng mencari jam dengan kode tertentu tidak ada hasil yang menandakan bahwa hasil pencarian itu ditemukan atau tidak. Biasanya ketika hasil pencarian ditemukan akan muncul apa yang kita cari walaupun ada beberapa yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Nah, dalam sistem pencarian ini pengguna tidak ditunjukkan pemberitahuan apapapun dalam bagian utama halaman. Setelah diselidiki ternyata web ini memberitahukan bahwa pencarian tidak ditemukan pada judul tabnya seperti pada gambar dibawah ini.


Sangat menyayangkan sekali ketika pengguna ingin mencari jam yang diinginkan melalui kotak pencarian, mereka diberikan halaman lebar, hitam, yang kosong tanpa pemberitahuan apapun. Hal ini menjadi kekurangan dalam membantu pengguna untuk mengenali, mendiagnosa dan menyadari pada prinsip desain interaksi sistem. Pengguna seakan bertanya-tanya “ini ada gak ya?, apa belum selesai di cari?” dan sebagainya.
Kemudian saya mencari pada hamaman yang berbeda dengan kata kunci “mentari”. Saya tahu pasti tidak ada hanya ingin melihat apakah hasilnya sama. Ternyata yang muncul adalah Mentari dan link kalaman tempat saja mencari. Nah, dari sini saya berpikir bahwa pencarian tersebut berdasarkan dimana hamalan yang kita cari. Dan hasilnya tidak ada satupun pemberitahuan kalau pencarian tidak ditemukan hanya halaman yang kosong.


Selain mendiagnosis kesalahan dalam sistem pencarian saya juga melakukan percobaan kesalahan pengisian form. Pada pengisian form terdapat pemberitahuan ketika belum mengisi bagian yang seharusnya diisi sehingga kesalahan dalam pengisian form dapat diminimalisir. 

  
Dari skala 0 sampai 4, rating penilaian pada prinsip desain interaksi ini adalah 3 yaitu masalah kegunaan utama yang penting untuk diperbaiki sehingga harus diberikan prioritas tinggi. Karena dalam mengakses suatu website ada dua hal yang akan dilakukan yaitu searching dan browsing. Ketika pengguna ingin langsung mencari tujuan mereka maka yang dilakukan pertama kali adalah mencari pada kotak pencarian yang tersedia. Berbeda halnya dengan browsing yang mencari tau isi web secara mendalam dengan menyampingkan tujuan awal pengguna.
Rekomendasi yang dapat saya berikan yaitu sebaiknya situs ini diperbaiki dalam hal sistem pencarian sehingga dapat membantu pengguna dalam mengaksesnya. Selain itu, ketika pengguna tidak dapat menemukan apa yang ia cari, berikan pemberitahuan yang semestinya seperti : pencarian “Swiss Army 124 hitam” tidak ditemukan dan sebagainya pada bagian utama halaman bukan pada judul tab atau halaman yang kosong.

Consistency and Standards - pusatjamtangan.com (Bag.1)


Consistency and standards:

“Users should not have to wonder whether different words, situations, or actions mean the same thing. Follow platform conventions.”

pusatjamtangan.com merupakan website e-commerce yang menyediakan layanan bagi pengguna untuk membeli jam tangan. Terdapat dua jenis merk jam tangan yang ditawarkan dalam website ini, yaitu Alexandre Christie dan Swiss Army. Ketika website ini terbuka, pengguna disambut dengan ucapan “Selamat Datang” dan disajikan berbagai macam foto jam tangan. Selain itu, terdapat pilihan menu yang muncul, yaitu Home, Store, Informasi, Blog serta Cara Pemesanan dan juga ada kotak pencarian dibagian kanan atas. Dalam setiap menu, disajikan beberapa pilihan yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini. 

 
Bagian Pertama dalam menganalisis 5 dari 10 prinsip desain interaksi berbasis Heuristic Evaluation – Nielsen (1995a) yang terdapat pada website pusatjamtangan.com adalah analisis Consistency and Standards. Mengapa saya mengambil bagian ini?
Saya menjelajah web ini layaknya seorang pembeli jam yang ingin mencari model yang disukainya. Ketika saya membuka salah satu foto, muncul berbagai informasi mengenai jam tersebut mulai dari gambar bagian depan, belakang, kode jam, ketahanan terhadap air dan sebagainya. Dan dari sinilah saya menemukan beberapa keanehan dalam website ini yang sepatutnya diberikan evaluasi.
Evaluasi yang pertama yaitu bahasa yang digunakan tidak konsisten. Web ini menggunakan judul bahasa Indonesia namun ketika melihat pilihan menu saja sudah tidak konsisten, seperti menu Store dan Cara Pemesanan. Selain menu, penggunaan bahasa yang berbeda juga terlihat pada halaman informasi detail dari produknya dan form pemberian komentar/testimonial seperti pada gambar dibawah ini.



           Evaluasi yang kedua yaitu ketidak konsistenan pada katagori shop by price. Dalam katagori ini pilihan harga yang disediakan yaitu kisaran Rp100.000- Rp449.000, Rp450.000- Rp599.000, Rp600.000- Rp799.000, Rp800.000- Rp989.000, dan Rp990.000- Rp2.000.000. Sebelum saya membuka katagori ini, saya sudah melihat beberapa harga dari jam tersebut yaitu Rp200.000an sampai Rp900.000an. Ya benar, memang berada harga itu pada katagori yang diberikan. Tetapi lucunya terdapat pada harga yang paling mahal yaitu antara Rp990.000- Rp2.000.000. Halaman ini memberikan foto dari jam tangan seharga 910.000 yang bukan seharusnya ditempatkan pada katagori tersebut. Ini merupakan kesalahan dalam penyediaan informasi pada situs web yang tidak konsisten dengan apa yang dikelompokkan.

 
           Selain itu, terdapat kondisi yang tidak konsisten terhadap penyediaan informasi dalam katagori shop by price. Ini terjadi ketika saya membuka halaman tersebut namun harga jam yang muncul tidak diurutkan dari yang murah sampai yang mahal atau sebaliknya seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini. Kondisi seperti ini akan membuat pengguna berpikir untuk mencari ke halaman berikutnya jikalau masih ada harga yang lebih murah sehingga pengguna harus bekerja berkali-kali ketika ia ingin membeli jam dengan harga paling murah atau harga paling mahal.





Berdasarkan kesalahan-kesalahan atas ketidak konsistenan dan tidak standar dari pusatjamtangan.con ini saya memberi peringkat 3 yang harus diberi prioritas tinggi. Tujuan utama dari desain interaksi ialah untuk memudahkan pengguna dalam menyelesaikan tugasnya terutama dalam mengakses sistem pada website ini. Ketika situs tidak memberikan kemudahan maka pengguna tidak merasa nyaman dan beranjak pergi untuk mencari informasi yang lebih mudah diakses.
Rekomendasi pada bagian ini yaitu untuk bahasa disesuaikan dengan target pengguna, jika memang digunakan di Indonesia sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia saja sehingga pengguna lebih mudah memahaminya. Kemudian untuk katagori pengelompokan harga menurut saya seperti itu terlalu banyak apalagi sampai rentang harga Rp2.000.000 padahal di antara produk tersebut tidak ada yang harganya Rp2.000.000. Misal saja shop by price mulai dari yang murah sampai yang mahal tidak perlu diberikan rentang harga. Meskipun ada rentang harga sebaiknya dibuat mulai dari Rp100.000-Rp399.000, Rp400.000-Rp699.000, dan Rp700.000-Rp1.000.000.