"Happy Ied Mubarok..."
Alhamdulillah setelah sebulan lamanya kita berpuasa ramadhan akhirnya sampailah kita pada kemenangan. Semoga Allah menerima semua ibadah yang telah kita lakukan, mengampuni dosa-dosa kita dan mengabulkan doa-doa kita. Amiinn...
Yah pada intinya seneng banget karena bisa melewatkan Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat walaupun sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Apa yang beda?? Suasana Ramadhan kali ini bisa dikatakan sepi. Sepi karena ditinggal temen kontrakan yang pada pergi PKL, PL ya semacamnyalah.. dan sebagai seorang mahasiswa matematika yang baik saya berada di Bogor menghabiskan waktu untuk memperbaiki nilai saya, hehe..
Mungkin inilah jalan terbaik yang Allah berikan untuk saya, karena sebelum-sebelumnya saya bingung mau mengambil mata kuliah apa disemester pendek ini. Ada dua pilihan, yang pertama yaitu 'Ankom' untuk yang lebih baik dan yang kedua 'PRO' untuk memotong masa study. Kegalauan ini berakhir pada kertas form SP yang telah ditandatangani oleh seorang dosen pembimbing sementara yaitu ibu Farida Hanum yang bertuliskan Analisis Kompleks pada kolom mata kuliah. Kenapa bisa berakhir seperti itu? Saya juga bingung. Banyak teman-teman mengambil PRO untuk SPnya tetapi hati kecil saya mengatakan 'udah ambil ankom aja, ambil ankom aja'. Sejak saat itu saya terus saja memikirkan hal ini sampai pada akhirnya bertemulah saya dengan ibu Ida yang memberikan gambaran SP mana yang lebih berpeluang untuk diambil. Sebenarnya dua-duanya itu ada kelebihan dan kekurangannya. Kalau ankom sudah pernah dipelajari dan hanya mengulang kembali dan mempelajarinya lebih dalam lagi namun sedikit sekali teman seangkatan yang mau ngambil malah saya berpikir kalau tidak ada yang ngambl kecuali saya, hiks. Nah kalau PRO beliau gambarkan kalau matkul itu banyak projectnya, ribet apalagi dalam waktu yang sesingkat ini tapi kebanyakan temen-temen ngambil yang ini. Seperti itu.
Berita baiknya adalah... *jeng-jeng..
Alhamdulillah setelah saya melakukan uji coba KRS tersadar bahwa matkul ankom ini bentrok dengan salah satu matkul disemester berikutnya kalau gak salah Analisis Model Empirik.. Waaahhh... seneng banget dong kalau ternyata pilihan ku itu gak salah. Padahal sempet nyasel juga kan ngambil ankom. Tapi ternyata Allah memberikan jawaban bahwasannya Ia memberikan jalan yang tidak pernah salah tinggal kita yang memilih dan menjalani dengan sebaik-baiknya, betul betul betul?
Itulah sebagian keberkahan dibulan yang penuh berkah ini yaitu Ramadhan. Semoga mendapatkan nilai yang berkah juga, amiiinn..
Segores tulisan yang hanya dibuat untuk belajar, berbagi cerita, pengalaman dan memberikan manfaat bagi sesama.
Selasa, 20 Agustus 2013
Jumat, 24 Mei 2013
A Shoulder to Cry on - Who Wanna be?
Adakah orang yang paling tegar di dunia ini ketika
menghadapi masalah? Mengapa anda katakan dia tegar?
Oke, apapun jawaban anda tidak masalah!
Tetapi pertanyaan berikutnya adalah, Apakah anda
cukup tegar menghadapi masalah anda?
Sahabat, saya tidak tahu bagaimana anda menjawab
pertanyaan saya yang terakhir, tetapi saya ingin berbagi jawaban saya kepada
anda.
Saya tidak malu mengatakan bahwa saya terkadang tidak
cukup tegar menghadapi masalah saya sendirian! Terkadang saya masih butuh orang
lain untuk sekedar berbagi dengannya, untuk sekedar meminta nasihat dan
pendapatnya, dan meminta bantuan jika memang dia bisa membantu saya.
Mengapa saya tidak malu mengakuinya?
Karena orang yang saya anggap paling mulia di dunia
ini juga melakukan hal yang sama. Mari kita buka shirah nabawiyyah. Ingatkah
anda ketika pertama kali Rasulullah s.a.w bertemu Malaikat Jibril a.s, beliau
segera bergegas pulang dan meminta istrinya tercinta untuk menyelimuti badannya
yang menggigil ketakutan? Dan yang luar biasa adalah sang istri manusia
tercinta dengan penuh kasih menghibur dan memberikan semangat kepada sang
manusia pilihan.
Sahabat, begitu juga dengan kita. Kita adalah manusia
biasa. Dan adalah manusiawi jika kita membutuhkan tempat bersandar ketika kita
dirundung duka dan masalah. Bukanlah sebuah aib bagi kita meminta bantuan dan
pertolongan di saat kita memang membutuhkan.
Memang, terkadang dunia ini terasa begitu sepi ketika
tidak ada orang yang bisa kita ajak sekedar berbagi, serasa kita bertarung
mengalahkan diri kita sendiri. Seringkali kita merasa tegar dan mampu hidup
sendiri.
Dan memang terkadang itu menjadi pilihan kita untuk
berusaha menaklukkan diri kita dan menjadi pemenang atas kesedihan dan duka
kita. Tidak masalah jika anda mampu melakukannya. Jika tidak?
Ya, saya yakin anda masih punya
tempat bersandar yang cukup tangguh, yang akan membantu anda menghibur dan membangkitkan
semangat anda. Dialah Allah yang Maha Kuasa. Dialah sebaik-baik tempat
bersandar dan berteduh kala anda memang tidak membutuhkan orang lain yang
menemani di sisi anda.
Saudaraku, tetapi berapa banyak orang
yang seperti itu?
Terkadang justru orang lainlah yang
bisa dan mampu menuntun kita untuk menemukan sandaran yang tangguh tadi. Justru
terkadang orang lainlah yang membantu kita untuk tetap tegak berdiri dan
bersandar kepada yang Maha Tangguh, di saat kita sendiri terhuyung-huyung tak
mampu menahan beratnya duka kita.
****
Sahabatku, maukah kalian menjadi
orang lain itu? Orang yang membantu saudara kita yang sudah tak mampu berdiri
tegak dirundung duka?
Maukah kalian menjadi sandaran
sementara bagi mereka, sambil mengajak dan menuntun mereka menemukan sandaran
sejati yang lebih kokoh?
Memang tidak mudah, menjadi tempat
bersandar sementara bagi orang yang akan jatuh, karena kita tidak hanya akan
juga menahan beban orang tersebut, kita bahkan juga akan merasakan penderitaan
yang sama dengan yang akan kita bantu!
Itulah resiko yang harus kita
tanggung!
Tetapi sahabatku, di sanalah kita
akan menjadi berarti bagi orang lain, karena sebaik-baik orang adalah orang
yang mampu bermanfaat bagi orang lain.
Sahabatku, untuk menjadi tempat
bersandar sementara bagi orang lain, terkadang hanya butuh menjadikan diri kita
sebagai pendengar yang baik – menjadi tempat dibuangkan segala perasaan
haru-biru yang ada pada kawan kita. Terkadang pula kita tidak perlu melakukan
apa-apa, hanya cukup diam dan menggenggam tangannya dan memberikan hati kita
padanya. Karena memang terkadang hanya itulah yang dibutuhkan.
Ada kalanya seseorang butuh bahu
untuk sekedar menumpahkan tangisnya. Ada kalanya seseorang butuh telinga dan
hati untuk berbagi. Karena dia butuh untuk meyakinkan dirinya bahwa dia tidak
sendirian di dunia yang terkadang kejam ini.
Sahabat, sekali lagi kita tidak harus
menjadi penyanyi dengan suara merdu untuk menghibur yang duka. Dan kita tidak
harus menjadi pelawak yang akan membuat dia tersenyum dan tertawa. Kita hanya
cukup menerima dia apa adanya, mengakui dia sebagai manusia yang lemah dan
meyakinkan dia bahwa kita senantiasa bersamanya, dan itulah yang membuat dia
terhibur dan tersenyum.
Sahabat, maukah kalian?
****
dikutip dari: Nutrisi Jiwa # 1 Pit Stop (Heri Mulyo Cahyo)
Kamis, 02 Mei 2013
Melirik Kebelakang Melihat Jauh Kedepan
Sebuah wallpaper sederhana yang dibuat pada saat semester 5 lalu. Entah mengapa aku ingin membuatnya. Mungkin karena waktu itu aku sedang disibukkan dengan banyak pilihan kegiatan. Seingatku yah dulu tuh banyak banget kesibukan yang menghampiri. Soalnya semester 5 itu berlangsung pada bulan september 2012 - januari 2013 dan lagi masa2 ribetnya. Makannya terlintas saja untuk membuat wallpaper motivasi untuk diri ini.
Saat itu aku memegang dua amanah yaitu di LDK dan di SerumG. Kedua-duanya memang selalu mengadakan event tahunan. Sebut saja FIM dan IIF. Kemudian ada juga kuliah Statistika Matematika (statmat) dan Analisis Kompleks (ankom) yang biasa dibilang segi tiga bermuda untuk anak matematika. hahaha... Selain itu ada juga kepanitiaan Spectrum yang kece bangeett.. dan semuaaannyaa membutuhkan porsi waktunya sendiri-sendiri. oh iya satu lagi. saat itu aku juga megang seorang mahasiswa TPB yang tutor Landasan Matematika (LM).
Sebegitu banyaknya kegiatan yang aku lakukan tidak mungkin bisa berjalan lancar jika tidak ada Allah yang membantu. Karena Allah lah semua bisa berjalan sesuai dengan rencana. Walaupun ada sedikit kendala dalam menjalaninya dan belum sesuai dengan harapan, aku tetap merasa bahwa Allah Maha Baik. Allah memberikan apa yang aku butuhkan bukan memberikan apa yang aku inginkan. Dan aku menyadari itu. Satu sisi, Allah memberikan kemudahan dan di sisi lain Allah memberikan tantangan dan kesempatan yang kedua untukku. Itulah kehidupan. Kadang susah kadang mudah dan kita harus tetap semangat dan berpikir bahwa Allah selalu ada di dekat kita dan dan tidak pernah meninggalkan kita.
Sekarang juga harus begitu...
Seberapapun sulitnya keadaan pasti ada hikmah dan pelajaran dibalik kisah itu. Hanya kita yang bisa membuat kisah itu terasa indah dan Allah yang membantu mewujudkannya. Tidak peduli di kesibukan mana kita berada, berikan yang terbaik agar semua terasa sulit dilupakan dan terlalu indah dikenang. hehehe..
Keep Hamasah
Keep Istiqomah
Keep Husnuzhon
Keep Smile
Keep Progressive
Keep Keep Keep your self to be great muslimah
Jumat, 26 April 2013
I "Dream High"
Wah ternyata bermimpi itu indah loohhh... Apalagi kalau punya sejuta mimpi yang tinggi. Walaupun adakalanya yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang kita dapatkan. Tapi tetep harus husnudzon sama Allah karena hanya Allah yang tahu apa yang sedang kita butuhkan. Selain itu prasangka Allah tergantung pada prasangka hambanya, jadi kalau kita yakin Allah mengabulkan doa dan mimpi kita insyaAllah akan Allah berikan pula apa yang kita harapkan.
Terinspirasi dari soundtrack film drama Korea yang berjudul Dream High yang punya makna bagus terutama buat kita yang punya banyak mimpi. Lets cekidot ^^
I dream high I dream a dream
When it's tough, I close my eyes and
The moment my dream comes true
continue to recall and get up
at the end of fear today too I tremble
Like a baby bird, would it fall, unable to fly
repeatedly I can do it, can my dream come true
every time I'm fearful, my belief walking step by step again
I dream high I dream a dream
When it's tough, I close my eyes and
The moment my dream comes true
continue to recall and get up
I believe I can fly high
one day me above the sky
wings stretched out, more free than anyone else
flying rising high
I need bravery to overcome
firstly pick myself up rise again and dare to run
once again believe in me and my destiny
climb over every wall taller than me
I dream high I dream a dream
When it's tough, I close my eyes and
The moment my dream comes true
continue to recall and get up
I believe I can fly high
one day me above the sky
wings stretched out, more free than anyone else
flying rising high
Dream high a chance to fly high
Now bye bye to all that hurts
try flying high like the stars in the sky
your dream will unfold
starting from now
don't be afraid of the future made by your hands
now walk totally confident
unstoppable destiny is destiny
now we soar up high
for you, this whole new fantasy
so from now, take my hand here
from now on, our aim
one dream and not give up
youthful passion all here dream high
I dream high I dream a dream
When it's tough, I close my eyes and
The moment my dream comes true
continue to recall and get up
I believe I can fly high
one day me above the sky
wings stretched out, more free than anyone else
flying rising high
Minggu, 21 April 2013
Rihlah with TsiQah
Kebersamaan selalu mengundang senyum, gelak tawa, berbagi, keindahan dan semua hal positif yang tidak terpikirkan sebelumnya. Senda gurau, bercengkraman bersama teman juga membuat kehidupan ini lebih bisa merasakan bahwa banyak hal diluar sana berupa pengalaman dan pengetahuan luar biasa yang mungkin belum kita rasakan.
Hari ini, Ahad, 21 April 2013 salah satu hari yang berharga meskipun setiap hari musti menghargai hari yang sudah terlewati. Tapi yang ini berbeda dengan biasanya. Menjadi bagian dari tim TSIQAH LDK AL HURRIYYAH mempunyai cerita tersendiri dalam hidup ini. Banyak kisah menarik yang tiba-tiba bermunculan ketika bersama mereka. Mulai dari kepribadian tiap orangnya, kemampuan berbicara, wejangan yang tersuguhkan tiap minggunya membuat rasa semangat ini tidak akan mudah padam begitu saja.
Kehadiran mereka membawa warna tersendiri dalam ruang syuro. Ada yang antusias dengan ide kreatifnya, ada yang mencoba meluruskan kesalahan pahaman yang terjadi, ada yang tersenyum malu, ada yang saling menguatkan. Semua berada pada daerah orbitnya masing-masing tanpa membenturkan diri satu sama lain.
Wah narasinya kebanyakan nih..
Sebenernya hanya mau menceritakan salah satu kejadian yang baru saja aku alami bersama tim TSIQAH siang ini.
Alhamdulillah akhirnya rihlah yang sudah direncanakan jauh-jauh hari terlaksana juga. Walaupun ada sedikit kesalahan teknis yang membuat kita berpindah dari tujuan semula. Awalnya kita mau ber-Rihlah di Cifor salah satu tempat wisata bagi mahasiswa ipb. Sebenarnya bagi warga sekitar juga sih, hehe. Memang aku belum pernah kesana dan dalam bayangan ku sebelumnya itu tempat yang bagus, hijau banyak pohonnya, teduh, asri, hamparan danau yang luas dengan semilir angin semerbak nan damai. Setelah berada dan berdiri ditempat itu, ternyata cukup jauh dari bayangn sebelumnya. Beberapa benar tapi banyak yang tidak sesuai dugaan. Mungkin karena baru pertama kali mengunjungi Cifor dengan rintik hujan yang menyambut kedatangan kami sehingga tidak banyak yang bisa dirasakan. Terkecuali untuk hamparan danau yang luas patut diacungkan jempol. Musik rege yang terniang dari pintu masuk sampai pada sumber ia keluar juga mengiringi langkah kaki para pejuang Tsiqoh yang mau merasakan kenikmatan rihlah ini. Tapi tentu itu bukan bagian dari kebiasaan kader dakwah yang setiap harinya berkutik dengan lagu nasyid, murotal Qur'an dan sebagainya.
Melihat kondisi yang tidak memungkinkan kita untuk bercengkraman, pada akhirnya tujuan kita berpindah ke ICTF, Taman Taiwan lah bahasa gampangnya, hehe. Berbeda sekali dengan tempat sebelumnya. Disinilah tempat yang benar-benar kita cari buat rihlah. Mengagumi kuasa Allah akan ciptaan-Nya. Hamparan rumput hijau, berbagai tanaman buah berjejer dalam kerangkanya. Bunga teratai merah yang bermunculan di danau membuat seakan segala ketidakpuasan berubah menjadi kedamaian yang tak ternilai harganya. eeaa..
Seusai sholat Dzuhur kita sama-sama berkumpul berbagi kisah waktu pertama kali masuk LDK dan diminta menjadi seorang Qiyadah seperti sekarang ini. Tak lupa juga mengungkapkan goal yang akan dihasilkan bersama LDK kedepannya mengiringi kisah awal masuk LDK itu sendiri. Banyak jawaban yang tak ada dalam benakku sebelumnya. Jawaban para qiyadah pejuang dakwah yang sangat luar biasa terdengar bahkan sekarang juga masih terniang2 di telingaku. Kalau boleh dibandingkan mungkin apa yang aku rasakan selama ini hanyalah mencoba mengikuti orang lain saja, tidak menjadi diri sendiri seperti mereka yang membuat dan meyakinkan diri mereka bahwa mereka memang memilikinya.Setiap orang disana memaparkan bagaimana perasaan mereka ketika suatu amanah yang diberikan Allah datang menghampiri dirinya. Banyak cerita tersendiri untuk itu. Setiap orang berhak menanggapi berdasarkan kondisi dan situasi yang mereka rasakan saat itu.
Salah banyak pernyataan teman-teman yang aku kagumi adalah ketika mereka mendukasikan seluruh kontribusinya untuk LDK. Walaupun masih ada amanah yang mereka pegang, mereka tidak ragu mengatakan bahwa "maaf, saya ada agenda alhur" dan itu yang membuat kita berbeda dengan organisasi yang lain. Masih berharap alhur agar tetap terasa keeksistensiannya di kampus ini. Bukan seberapa berhasilnya agenda yang diadakan tapi seberapa terasanya keberadaan alhur dalam diri setiap orang. Intinya seberapa besar alhur bermanfaat bagi mahasiswa ipb khususnya.
Ketika hati ini sudah bertekad menyamakan suhu
Ketika hati ini sudah menyatukan azzamnya
Ketika hati ini diserahkan untuk dakwah
Maka hanya ada aku, kamu, dan Allah saja yang menjadi saksi atas perjuangan ini.
Hari ini, Ahad, 21 April 2013 salah satu hari yang berharga meskipun setiap hari musti menghargai hari yang sudah terlewati. Tapi yang ini berbeda dengan biasanya. Menjadi bagian dari tim TSIQAH LDK AL HURRIYYAH mempunyai cerita tersendiri dalam hidup ini. Banyak kisah menarik yang tiba-tiba bermunculan ketika bersama mereka. Mulai dari kepribadian tiap orangnya, kemampuan berbicara, wejangan yang tersuguhkan tiap minggunya membuat rasa semangat ini tidak akan mudah padam begitu saja.
Kehadiran mereka membawa warna tersendiri dalam ruang syuro. Ada yang antusias dengan ide kreatifnya, ada yang mencoba meluruskan kesalahan pahaman yang terjadi, ada yang tersenyum malu, ada yang saling menguatkan. Semua berada pada daerah orbitnya masing-masing tanpa membenturkan diri satu sama lain.
Wah narasinya kebanyakan nih..
Sebenernya hanya mau menceritakan salah satu kejadian yang baru saja aku alami bersama tim TSIQAH siang ini.
Alhamdulillah akhirnya rihlah yang sudah direncanakan jauh-jauh hari terlaksana juga. Walaupun ada sedikit kesalahan teknis yang membuat kita berpindah dari tujuan semula. Awalnya kita mau ber-Rihlah di Cifor salah satu tempat wisata bagi mahasiswa ipb. Sebenarnya bagi warga sekitar juga sih, hehe. Memang aku belum pernah kesana dan dalam bayangan ku sebelumnya itu tempat yang bagus, hijau banyak pohonnya, teduh, asri, hamparan danau yang luas dengan semilir angin semerbak nan damai. Setelah berada dan berdiri ditempat itu, ternyata cukup jauh dari bayangn sebelumnya. Beberapa benar tapi banyak yang tidak sesuai dugaan. Mungkin karena baru pertama kali mengunjungi Cifor dengan rintik hujan yang menyambut kedatangan kami sehingga tidak banyak yang bisa dirasakan. Terkecuali untuk hamparan danau yang luas patut diacungkan jempol. Musik rege yang terniang dari pintu masuk sampai pada sumber ia keluar juga mengiringi langkah kaki para pejuang Tsiqoh yang mau merasakan kenikmatan rihlah ini. Tapi tentu itu bukan bagian dari kebiasaan kader dakwah yang setiap harinya berkutik dengan lagu nasyid, murotal Qur'an dan sebagainya.
Melihat kondisi yang tidak memungkinkan kita untuk bercengkraman, pada akhirnya tujuan kita berpindah ke ICTF, Taman Taiwan lah bahasa gampangnya, hehe. Berbeda sekali dengan tempat sebelumnya. Disinilah tempat yang benar-benar kita cari buat rihlah. Mengagumi kuasa Allah akan ciptaan-Nya. Hamparan rumput hijau, berbagai tanaman buah berjejer dalam kerangkanya. Bunga teratai merah yang bermunculan di danau membuat seakan segala ketidakpuasan berubah menjadi kedamaian yang tak ternilai harganya. eeaa..
Seusai sholat Dzuhur kita sama-sama berkumpul berbagi kisah waktu pertama kali masuk LDK dan diminta menjadi seorang Qiyadah seperti sekarang ini. Tak lupa juga mengungkapkan goal yang akan dihasilkan bersama LDK kedepannya mengiringi kisah awal masuk LDK itu sendiri. Banyak jawaban yang tak ada dalam benakku sebelumnya. Jawaban para qiyadah pejuang dakwah yang sangat luar biasa terdengar bahkan sekarang juga masih terniang2 di telingaku. Kalau boleh dibandingkan mungkin apa yang aku rasakan selama ini hanyalah mencoba mengikuti orang lain saja, tidak menjadi diri sendiri seperti mereka yang membuat dan meyakinkan diri mereka bahwa mereka memang memilikinya.Setiap orang disana memaparkan bagaimana perasaan mereka ketika suatu amanah yang diberikan Allah datang menghampiri dirinya. Banyak cerita tersendiri untuk itu. Setiap orang berhak menanggapi berdasarkan kondisi dan situasi yang mereka rasakan saat itu.
Salah banyak pernyataan teman-teman yang aku kagumi adalah ketika mereka mendukasikan seluruh kontribusinya untuk LDK. Walaupun masih ada amanah yang mereka pegang, mereka tidak ragu mengatakan bahwa "maaf, saya ada agenda alhur" dan itu yang membuat kita berbeda dengan organisasi yang lain. Masih berharap alhur agar tetap terasa keeksistensiannya di kampus ini. Bukan seberapa berhasilnya agenda yang diadakan tapi seberapa terasanya keberadaan alhur dalam diri setiap orang. Intinya seberapa besar alhur bermanfaat bagi mahasiswa ipb khususnya.
Ketika hati ini sudah bertekad menyamakan suhu
Ketika hati ini sudah menyatukan azzamnya
Ketika hati ini diserahkan untuk dakwah
Maka hanya ada aku, kamu, dan Allah saja yang menjadi saksi atas perjuangan ini.
Rabu, 17 April 2013
If you and I have never met in this world
Terharu
saat pertama kali memahami arti dari lirik lagu Hunter x Hunter.
Mengajarkan kita betapa berharganya memiliki sahabat dan berjalan dengan
visi dan misi yang sama. Let's cekidot..
Nee moshimo kono sekai de kimi to bokuga deaenakatta nara
Nee moshimo kono sekai de
Yume wo shinjiru koto o
Kitto bokuga shiranai mamade itanda
Thank you, best of my friend
Chikazuiteiru tabidachi no toki
Wakarete yuku sorezore no michi
Kimi wa oshiete kureta
Donna toki demo waratte yuku koto
Wakari aeta hibiga yuukisa
Shinjiru michi o tsuyoku aikou
Tooku hanareta toshi demo
Sora wa itsudemo tsuzuiteru kara
Nee moshimo kono sekai de
Kimi to boku ga deaenakatta nara
Yume wo shinjiru koto o
Kitto bokuga shiranai mamade itanda
Thank you, best of my friend
Itsuka kimiga mayou tokiniwa
Bokura no hibi o omoida sewaii
Sousa otorani nattemo
Kawaranai mono aruhazu dakara
Nee moshimo kono sekai de
Kimi to boku ga deaenakatta nara
Yume wo mitsuzukeru koto
Kitto bokuga dekinai mamade itanda
Thank you, best of my friend
Yume wa tsuzuku kumo no youni atachi wo
kaedemo
Bokuwo nosete dokomade yuku haruka tabiwa
Tsuzuite irunosa imademo
Nee moshimo kono sekai de
Kimi to boku ga deaenakatta nara
Koushite warau kotomo
Kitto bokuga shiranaide itanda
Nee moshimo kono sekai de
Kimi to boku ga deaenakatta nara
Yume wo shinjiru koto o
Kitto bokuga shiranai mamade itanda
Thank you, best of my friend
If you and I have never met in this world
if you and I have
never met in this world
I still wouldn't know how
to believe in dreams
Thank you, best of my friend
the time of departure gets closer
the separate paths for each of us
you taught me
to laugh no matter what happens
the days we understood each other is courage
I'll proudly walk down the path I believe in
even if we do become far apart
the sky is always connected
if you and I have
never met in this world
I still wouldn't know how
to believe in dreams
Thank you, best of my friend
when you feel lost someday
just remember the days we spent together
yes, even if we become adults
there should be something that remains unchanged
if you and I have
never met in this world
I still wouldn't know how
to believe in dreams
Thank you, best of my friend
the dream continues even if it may change it's form like clouds
the long journey that carries me forever
is still continuing even now
if you and I have
never met in this world
I still wouldn't know how
to to laugh like this
if you and I have
never met in this world
I still wouldn't know how
to believe in dreams
Thank you, best of my friend
never met in this world
I still wouldn't know how
to believe in dreams
Thank you, best of my friend
the time of departure gets closer
the separate paths for each of us
you taught me
to laugh no matter what happens
the days we understood each other is courage
I'll proudly walk down the path I believe in
even if we do become far apart
the sky is always connected
if you and I have
never met in this world
I still wouldn't know how
to believe in dreams
Thank you, best of my friend
when you feel lost someday
just remember the days we spent together
yes, even if we become adults
there should be something that remains unchanged
if you and I have
never met in this world
I still wouldn't know how
to believe in dreams
Thank you, best of my friend
the dream continues even if it may change it's form like clouds
the long journey that carries me forever
is still continuing even now
if you and I have
never met in this world
I still wouldn't know how
to to laugh like this
if you and I have
never met in this world
I still wouldn't know how
to believe in dreams
Thank you, best of my friend
.: Nee moshimo kono sekai de kimi to bokuga deaenakatta nara | HxH ending GI :.
Selasa, 16 April 2013
SAS-ku SerumG-ku: Menapaki kisah dibalik serunya organisasiku #part1
"Merupakan suatu kebanggaan tersendiri untuk bisa bergabung dengan keluarga Serum-G 2012 apalagi dengan divisi Syiar and Science (SAS)"
Sebuah kalimat yang cukup mewakili perasaanku malam hari ini. Kalimat itu begitu saja tertulis oleh gerakan jemari yang menari diatas keyboard laptopku. Setelah satu tahun bersama dan menjalani berbagai kegiatan syuro, gathring, event kepanitiaan yang luar biasa hebatnya membuat diri ini merasa lebih keren dari biasanya, eeaaa.. Beneran looh, serius.. :P
Mengenang masa lalu dan mengingat-ingatnya mungkin suatu hal yang lucu dan belum tentu ada gunanya. Tapi buat aku itu hal yang penting karena masa lalu bisa menjadi kenangan dan kenangan bisa menjadi pelajaran yang bermakna. Jika kita mempunyai kenangan baik maka pelajaran baikpun kita dapat dan bukan sebaliknya, jika kita mempunyai kenangan tidak baik atau bisa dikatakan buruk maka hal itu bukanlah pelajaran yang buruk tapi itu adalah suatu pelajaran yang paling berharga untuk kita. Banyak kenangan yang terukir di dinding kehidupanku. Dan ukiran itu bertambah banyak seiring dengan adanya aku di IPB ini. Merasakan hal yang luar biasa berubah mulai dari TPB, tingkat dua, dan sekarang berada diakhir tingkat tiga, wahh udah lama juga yaa..
Naahh khusus diepisode kali kita akan mengenang masa-masa saat tingkat dua dan organisasi yang bernama SERUM-G, checkidot ^^~
Kisah ini dimulai dari formulir pendaftaran yang "tak sengaja" terambil dan terisikan dengan mau mau enggak enggak buat mengumpulkannya lagi. Nah pada saat hari terakhir pengumpulan basih bingung apa mau dilanjutkan atau disimpan dirumah saja yaa. Karena waktu itu masih ada berkas yang belum dilengkapi. Dan formulir itu isinya jawabanku yang standar banget, banget, banget pokoknya. Dan pada akhirnya, jeng-jeng kumpul perdana SerunG2012 bersama berpuluh-puluh personil yang lain ditengah kegelapan node kortan IPB. Melingkar bersama, saling berkenalan dan pembagian departemen.
Departemen Syiar and Science:
Nurul Pahmi/GFM46,
Galih Kenang/ILKOM46,
Ade Nurjaman/GFM47,
Syahrul Mustofa/BIK47,
Ismi Gartika/FIS46,
Sity Adhita/KIM46,
Anis Fauziyyah/MAT47,
Aisyah/ILKOM46,
Melisa/ILKOM46.
Seperti itulah kira-kira diawal takdir pertemuan kita, ea.
Memang waktu pertama kali kumpul tidak semua hadir, tapi dengan adanya segelintir orang dari mereka akhirnya kita bisa buat jargon andalan SAS : "Gencarkan IPB menuju FMIPA madani, SAS alhamdulillah yaa", hehe, kalau gak salah inget sih kaya gitu.
Waktu berlalu dan syuro rutin juga sudah banyak dilakukan, mulai dari pembagian jobdesk, merancang RKAT, RAD (kebetulan waktu itu jadi bendahara departemen, hiks) dan masih banyak lagi syuro-syuro deh pokoknya. Tapi waktu awal-awal itu masih belum tau apa-apa disini, belum bisa menyampaikan pendapat, masih iya-iya aja, dan gak ada ide buat membantu mengsukseskan event SAS yang sudah dirancang. Tapi kayaknya sekarang juga sama deh, hihi..
Event pertama itu adalah pengadaan perpus IQRO di sekret FMIPA. Nah, dulu perpus ini memang kurang bagus kondisinya. Banyak barang2 tak berkepentingan menjajaki area perpus ini. Padahal bukunya banyaaaak banget, selemari malah. Berkat kerja keras dan semangat tim SAS yang keren2 akhirnya berkilaulah perpus ini. Bukunya rapih, ada mading nya dan sekarang menjadi mading permanen loohh, ada karpetnya dibuat senyaman mungkin bagi orang yang dapat merasakan kenyamanannya, hihi. Beberapa minggu berlangsung ada aja yang membuat kesabaran lebih besar lagi, ya we know laahh.. kondisi seperti awal kembali lagi melanda perpus kita, hiks. Tapi gak papa, kita sudah sempet eksis kok di sekret, hehe.. :D
Membuat event hanya dengan waktu satu bulan saja, gimana gak hebat tuh. Berkolaborasi dengan BEM FMIPA mengadakan Spirit dibidang kesenian berupa nasyid. Membuat susunan acara, dekorasi, dokumentasi, dan semua yang berkaitan sama acara nasyid deh. Inget dulu tuh baru ada yang namanya musholah FMIPA dan kayaknya di musholah itu baru kita yang memakainya buat syuro Festival Nasyid buat Spirit. Perdana loh musolah itu dipakai, bahkan kayaknya diresmikan aja belum, hehe. Satu hal yang membuat kita keren...
Langganan:
Postingan (Atom)


